When is your name your game?

Yes! 50 Scientifically Proven Ways to be Persuasive 
Bab 30 When is your name your game?
The Name-Letter Effect (Efek Nama & Ego Implisit)

1. Problem

Dalam serial komedi The Office, Dwight Schrute berbohong pergi ke dokter gigi bernama "Crentist". Sang bos, Michael Scott, merasa itu konyol ("Namanya Crentist? Terdengar mirip dentist/dokter gigi"). Kita sering menertawakan ide bahwa nama seseorang menentukan nasib atau karier mereka. Kita percaya keputusan besar hidup kita (karier, jodoh, tempat tinggal) diambil berdasarkan logika rasional, bukan hal sepele seperti kemiripan nama. Namun, riset membuktikan bahwa Dwight mungkin tidak sepenuhnya salah.

2. Prinsip Psikologis

Implicit Egotism & The Name-Letter Effect. Manusia memiliki kecintaan bawaan terhadap diri sendiri (self-love). Akibatnya, secara tidak sadar kita tertarik pada hal-hal yang mencerminkan diri kita, terutama nama kita. Kecenderungan ini disebut Implicit Egotism. Tanpa disadari, kita lebih memilih pekerjaan, tempat tinggal, pasangan, hingga produk yang memiliki kesamaan bunyi atau huruf awal dengan nama kita sendiri.

3. Bukti Penelitian

Psikolog sosial Brett Pelham melakukan serangkaian analisis data sensus yang mengejutkan:

Karier: Orang bernama Dennis memiliki peluang 43% lebih besar menjadi Dokter Gigi (Dentist) dibandingkan orang bernama Jerry atau Walter.

Profesi Lain: Pemilik toko bangunan (Hardware store) secara tidak proporsional banyak yang namanya berawalan huruf "H", dan tukang atap (Roofer) banyak yang berawalan huruf "R". Orang bernama George/Geoffrey cenderung masuk ke Geosciences.

Tempat Tinggal: Orang bernama Florence cenderung pindah ke Florida; Louise pindah ke Louisiana. Orang yang lahir tanggal 2 Februari (2/2) cenderung tinggal di kota yang mengandung angka "Two" (misal: Two Harbors), dan yang lahir 3 Maret (3/3) di kota dengan angka "Three".

Asmara: Eric memiliki kecenderungan lebih tinggi menikahi Erica dibandingkan menikahi Charlotte (kecocokan fonetik).

4. Lima contoh penerapan taktis dalam kehidupan sehari-hari

Personalisasi Proposal Bisnis (The "Pepsi Proposal"): Saat mengajukan proposal strategi ke klien, gunakan nama mereka dalam judul proposal tersebut. Jika Anda mengajukan ide ke Pak Peterson di Pepsi, namakan proposal itu "The Peterson Plan" atau "Pepsi Proposal". Aliterasi yang mencocokkan nama klien dengan nama proyek akan membuat mereka merasa lebih memiliki proyek tersebut secara bawah sadar.

Meningkatkan Minat Baca Anak: Jika anak Anda susah disuruh membaca buku, carilah buku yang nama tokoh utamanya mirip dengan nama anak Anda. Anak bernama Haris atau Harriet akan lebih mudah tertarik membaca Harry Potter karena mereka mengidentifikasi diri dengan pahlawan yang namanya mirip.

Penamaan Produk/Brand: Jika Anda memiliki data nama pelanggan, tawarkan produk yang huruf depannya sama dengan nama mereka (jika memungkinkan dalam konteks algoritma e-commerce). Riset menunjukkan orang bernama Allan lebih suka cokelat Almond Joy, sementara Nick lebih suka Nickers/Nutrageous.

Hadiah yang "Mengena": Saat memberi hadiah, benda yang memiliki inisial nama penerima (misal: gantungan kunci huruf "B" untuk Budi) atau barang yang mereknya sama dengan nama mereka, akan terasa jauh lebih berharga dan personal daripada barang generik yang lebih mahal sekalipun.

Membangun Kedekatan (Rapport): Saat berkenalan dengan orang baru, jika Anda menemukan kesamaan nama jalan tempat tinggal, inisial nama, atau tanggal lahir, segera sebutkan. "Wah, nama Bapak Budi? Saya tinggal di Jalan Budi Mulia." Koneksi remeh ini memicu implicit egotism yang membuat mereka lebih cepat menyukai Anda.

Leave a Comment