ASML's Architects
Bab 78
On Its Own Two Feet
#1: Rencana Gila IPO (Awal 1994)
Setelah Zeiss menolak investasi, Henk Bodt memutuskan ASML harus Go Public.
Keraguan Maris: Maris awalnya skeptis karena ASML baru untung beberapa kuartal, padahal aturan mainnya butuh 6 kuartal untung.
Visi Bodt: Bodt mendesak IPO segera karena momentum pasar chip sedang bagus. Bank Belanda ragu, bankir AS (CS First Boston & Morgan Stanley) masuk.
Drama 5% Saham: Philips (Dudley Eustace) awalnya menolak menyisihkan 5% saham untuk karyawan kunci ASML. Bankir AS mengancam: "Jika Anda tidak memberi saham 5% itu, saya robek prospektus ini sekarang juga!" Philips akhirnya menyerah.
#2: Roadshow & IPO NASDAQ (Maret 1995)
Maris dan Verdonschot keliling Amerika untuk meyakinkan investor yang skeptis ("Di mana itu Belanda?").
Hasil: ASML Go Public dengan harga $18/saham. Philips meraup $125 juta, sementara ASML mendapat dana segar $63 juta yang langsung melunasi semua utang.
Ledakan Saham: Pada musim gugur 1995, harga saham melonjak 3x lipat menjadi $56 (90 guilders). Majalah Elsevier menobatkan ASML sebagai saham nomor 1.
#3: Kemenangan Teknologi Zeiss (1996)
Di bawah Peter Grassmann, Zeiss berhasil melakukan revolusi produksi.
Pabrik Robot: Pada Juni 1996, Zeiss membuka pabrik baru senilai $87 juta dengan 20 robot pemoles dan 3 mesin ion beam.
Bebas Jari Emas: Produksi lensa kini sepenuhnya lepas dari ketergantungan tangan manusia ("jari emas"). Kapasitas melonjak dari 100 lensa/tahun (dengan ratusan orang) menjadi 200+ lensa (hanya dengan 80 orang).
#4: Pengkhianatan & Pernikahan Paksa (1996-1997)
Hubungan dengan Zeiss sempat retak saat Dieter Kurz ketahuan menawarkan lensa ke pesaing ASML, SVG Lithography.
Manuver Maris: Merasa dikhianati, Maris menggunakan diplomasi tingkat tinggi. Ia mengundang Grassmann masuk ke Dewan Pengawas ASML.
Covenant 1997: ASML dan Zeiss menandatangani perjanjian eksklusif hingga 2017, mengikat Zeiss agar hanya memasok ke ASML (secara efektif).
#5: Siap Perang Melawan Jepang (1996)
Pada awal 1996, ASML sudah mandiri secara finansial dan teknologi.
Kondisi: Memiliki lini kredit $120 juta, mesin PAS 5500 i-line yang laris, dan mesin DUV baru seharga $6 juta.
Semangat: Karyawan memakai kaos bertuliskan "We will beat the Japanese". ASML bukan lagi anak perusahaan Philips yang lemah, tapi raksasa baru yang siap mendominasi dunia.
TAMAT
Ini menandai akhir dari perjalanan sejarah awal ASML dalam buku ASML's Architects, dari gudang bocor di Veldhoven hingga menjadi perusahaan publik yang disegani di NASDAQ.