Grassmann’s Baptism by Fire

ASML's Architects 
Bab 77
Grassmann’s Baptism by Fire

#1: Pembersihan Awal 1995 (The Medicine Man Beraksi)

Peter Grassmann mulai membersihkan Zeiss yang kacau.

Kondisi Awal: Perusahaan "nyaman" tanpa kepemimpinan, tidak ada tekanan profit, dan budaya saling memaafkan.

Tindakan Drastis: Grassmann menutup 10 dari 26 unit bisnis, memecat 1.000 orang tambahan di Jena, dan tak segan memecat manajer yang presentasinya omong kosong di tempat.

Dilema Pribadi: Meskipun keras, Grassmann merasa sakit hati harus memecat fisikawan senior usia 50-an yang masih kompeten hanya demi memenuhi kuota pemotongan rata Dewan Pekerja.

#2: Misi $85 Juta Dieter Kurz

Dieter Kurz (Kepala Semikonduktor) butuh investasi besar untuk menangkap gelombang DUV.

Presentasi Ketakutan: Kurz gemetar saat harus meminta $85 juta kepada Grassmann yang galak.

Tes Mental: Grassmann bertanya: "Apakah Anda akan menginvestasikan uang sebanyak itu jika ini perusahaan Anda sendiri?" Kurz menjawab "Ya" tanpa berkedip. Grassmann langsung menyetujuinya, mengejutkan semua orang.

#3: Mengemis ke Veldhoven (Lagi)

Dewan Pengawas (Hermann Franz) setuju investasi DUV hanya jika ASML ikut menanggung beban.

Negosiasi Verdonschot: Kurz meminta $10 juta. Verdonschot malah menawarkan $20 juta. Verdonschot tahu Zeiss adalah kunci IPO ASML dan setiap dolar untuk Zeiss akan kembali berlipat ganda lewat penjualan mesin.

#4: Kunjungan Bencana ke Eindhoven

Grassmann akhirnya mengunjungi ASML, tapi dengan sikap arogan.

Keterlambatan: Grassmann datang terlambat dan membiarkan Willem Maris menunggu.

Amukan Martin: Martin van den Brink tidak basa-basi. Ia memarahi Grassmann habis-habisan: "Kalian sama sekali tidak berguna! Kurz, Gerlinger, Kaiser tidak becus! Kalian menghancurkan bisnis kami!"

Reaksi Grassmann: Grassmann, yang sudah kebal dimarahi menteri Rusia, menerima kritik itu dengan tenang di depan Maris, tapi meledak marah di mobil pulangnya. Ia meneriaki Thomas Bayer selama 3 jam perjalanan ke Frankfurt sampai Bayer pucat pasi.

#5: Jendela atau Pintu?

Keesokan harinya, Grassmann memanggil manajer produksi Zeiss.

Ultimatum Jendela: Ia membuka jendela lantai atas dan berteriak: "Jika kalian tidak bisa menjamin pasokan ke ASML, kalian bisa keluar lewat pintu itu... atau lewat jendela ini!"

Lichtenberg Melawan: Claus Lichtenberg (kepala produksi optik) dengan berani memotong: "Saya tidak akan menjawab Anda, tapi saya pasti akan keluar lewat pintu, dan saya akan selalu begitu."

#6: Penyelamatan Karyawan Bopfingen

Lichtenberg melakukan manuver cerdas untuk mendapatkan staf terlatih di tengah badai PHK.

Peluang: Grassmann menutup pabrik Bopfingen (80 orang). Lichtenberg butuh orang yang paham mesin CNC/robotik, bukan pengrajin manual.

Perekrutan Gerilya: Lichtenberg diam-diam merekrut 50 insinyur Bopfingen yang akan di-PHK untuk bekerja padanya dalam 3 shift.

Hasil: HR marah besar karena Lichtenberg menggagalkan target pengurangan karyawan, tapi Grassmann membiarkannya karena tahu langkah itu strategis untuk masa depan optik semikonduktor.

#7: Indikator Tukang Cukur

Setelah 6 bulan, Grassmann dipotong rambut di Oberkochen. Tukang cukur memberitahunya bahwa "Kami tidak butuh tirai lagi." Dulu karyawan Zeiss potong rambut saat jam kerja (sembunyi di balik tirai), sekarang mereka datang saat jam makan siang. Grassmann tahu disiplin perusahaan mulai pulih.

Leave a Comment