ASML's Architects
Bab 74
Forty Thieves
#1: Kemewahan Baru: Tumbuh Terlalu Cepat (1993)
Setelah bertahun-tahun berjuang hidup, PAS 5500 akhirnya sukses besar.
Profit: Pendapatan naik 50%, mencetak laba $11 juta (pertama sejak 1989).
Masalah Mewah: ASML kebanjiran pesanan dari pasar yang bangkit, tapi butuh modal besar untuk ekspansi pabrik dan R&D DUV. Zeiss juga harus meningkatkan kapasitas produksi lensa secara drastis (100 lensa hanya untuk Samsung).
#2: Penolakan Bodoh Zeiss (1994)
Henk Bodt merancang rencana investasi di mana Zeiss diajak membeli 5% saham ASML seharga $2,5 juta (dengan menukar utang).
Presentasi Maris: Di ruang Ernst Abbe yang sakral, Willem Maris mempresentasikan tawaran ini kepada dewan Zeiss dan Schott. Sayangnya, Maris bicara dalam bahasa Inggris (meski bisa Jerman), yang membuat petinggi Schott tersinggung.
Penolakan: Konsultan Zeiss meyakinkan bahwa litografi optik akan mati (digantikan sinar-X). Schott, yang punya uang, menolak mentah-mentah: "Kami punya cukup masalah, tolong bayar saja utang $5 juta kalian secepatnya."
Ironi: Empat tahun kemudian, saham 5% yang ditolak Zeiss itu bernilai $250 juta (naik 100 kali lipat). Ini adalah salah satu kesalahan bisnis terbesar Zeiss.
#3: Rencana B: IPO NASDAQ
Karena gagal mendapatkan investor strategis, Bodt langsung beralih ke Rencana B: IPO di NASDAQ secepatnya selagi pasar masih bagus.
Syarat Bankir: Bank investasi AS (Morgan Stanley & CS First Boston) menyarankan agar ASML mengikat orang-orang kunci (key people) dengan saham, karena investor Amerika butuh kepastian manajemen. Bodt menyisihkan 5% saham untuk ini.
#4: Ali Baba dan 40 Penyamun
Maris dan Verdonschot menyusun daftar penerima saham 5% tersebut.
Ekspansi Daftar: Awalnya hanya untuk mereka berdua dan lingkaran kecil, daftar ini melebar menjadi 40 orang, termasuk insinyur kunci, saudara ipar Verdonschot, hingga sekretaris eksekutif.
Julukan: Kelompok ini kelak dikenal sebagai "Ali Baba dan 40 Penyamun" (Ali Baba and the Forty Thieves) karena kekayaan mendadak yang mereka terima saat saham itu cair pada 1998. Saat dibagikan, tidak ada yang menyangka nilainya akan meledak begitu besar.
#5: Sihir Pajak Verdonschot
Gerard Verdonschot kembali menunjukkan kejeniusan finansialnya di kantor pajak Eindhoven.
Negosiasi Nilai: Ia meyakinkan petugas pajak bahwa nilai ASML saat ini adalah nol (karena utang menumpuk). Akhirnya disepakati nilai perusahaan hanya $5 juta, sehingga paket saham 5% itu hanya dinilai $250.000 untuk pajak.
Hasil: ASML membayar pajak sangat kecil di awal. Saat saham itu matang 4 tahun kemudian, nilainya naik 100 kali lipat, membuat para "penyamun" kaya raya dengan beban pajak minimal.