ASML's Architects
Bab 54
Eighty Bucks and Sayonara
#1: Bencana Lensa "Europa" dan Kegagalan Zeiss (Maret 1987)
Di SEMICON Europe, ASML melihat peluang karena GCA dan Perkin-Elmer tidak membawa inovasi, sementara Zeiss belum memiliki lensa i-line "Europa" yang dijanjikan.
- Krisis Kualitas: Smit marah besar karena lensa Zeiss terus terlambat dan berkualitas buruk (50% gagal). Keterlambatan ini mengancam pengiriman 6-10 mesin dan proyek Megachip Philips.
- Solusi Zeiss: Insinyur muda Zeiss, Winfried Kaiser, menemukan bahwa bidang fokus lensa melengkung karena kesalahan alat ukur. Masalah ini akhirnya dipecahkan, tetapi kerusakan jadwal sudah terjadi.
#2: Pengkhianatan Siemens dan Kemenangan Canon
Proyek Megachip mengalami pukulan telak.
- Masalah Photoresist: Siemens gagal menguasai proses photoresist i-line untuk chip 4-megabit DRAM.
- Putar Haluan: Panik ketinggalan, Siemens membatalkan rencana menggunakan teknologi ASML/Zeiss dan membeli seluruh proses (termasuk mesin) dari Toshiba. Karena Toshiba menggunakan Canon (g-line canggih), Siemens beralih ke Canon. ASML ditinggalkan "kedinginan" akibat faktor di luar kendali mereka (photoresist).
#3: Krisis Finansial dan Kemarahan Del Prado (1987)
Situasi keuangan semakin kritis. ASML kesulitan membayar gaji, sementara ASM International (induk) merugi $23 juta.
- Tekanan Del Prado: Arthur del Prado memecat ratusan staf dan mengeluh di pers tentang mentalitas Belanda ("lebih baik memerah susu sapi dan menanam tulip"). Ia bahkan mengancam akan menjual ASM ke Jepang (Sumitomo atau Mitsui) jika tidak mendapat dukungan.
- Ketegangan CEO: Smit dan Del Prado saling membentak di lorong kantor. Smit dipaksa "merendahkan diri" dalam rencana operasionalnya, berjanji akan hemat biaya (meski dalam hati ia tidak setuju).
#4: Kemenangan AMD: Faktor MMI (Juni 1987)
Titik terang muncul dari tempat tak terduga. Saat AMD mengakuisisi MMI (pelanggan setia ASML), mereka melihat mesin ASML bekerja tanpa henti sementara mesin Perkin-Elmer berdebu.
Kontrak Penyelamat: Bukti nyata ini meyakinkan Jerry Sanders. Pada 1 Juni 1987, AMD menandatangani kontrak pembelian 25 mesin PAS 2500 (dengan opsi tambahan 25-30 unit). Smit bersiul riang seharian.
#5: Kepergian Gjalt Smit dan Hadiah $80
Meskipun menang dengan AMD, posisi Smit sudah tidak tertolong akibat konflik dengan Del Prado dan kondisi keuangan yang parah (membakar $50 juta dalam 3 tahun).
- Pengunduran Diri: Pada 20 Agustus 1987, diumumkan Smit pindah ke Leybold Heraeus (Jerman) dengan gaji ganda dan mobil BMW.
- Hadiah Perpisahan: Karyawan level bawah, yang membenci gaya boros dan kepribadian ganda Smit, hanya mengumpulkan uang kurang dari $80 (delapan puluh dolar) untuk hadiah perpisahannya. Sebuah simbol jari tengah (middle finger) dari staf.
#6: Warisan Smit dan "Tangan Tuhan"
Bab ini ditutup dengan refleksi mendalam tentang masa jabatan Smit.
- Paradoks Resesi: Resesi panjang (1984-1987) yang menghancurkan penjualan justru disebut Smit sebagai "Tangan Tuhan" (Act of God) yang menyelamatkan ASML.
- Jika pasar booming, Zeiss tidak akan sanggup memenuhi pesanan lensa, dan Nikon/Canon akan merebut seluruh pasar.
- Resesi memberi waktu bagi ASML untuk mematangkan teknologi dan produksi mereka yang sebenarnya belum siap.
- Warisan: Meskipun dibenci staf dan meninggalkan perusahaan dalam kerugian besar, Smit berhasil membangun fondasi "mesin tempur" yang siap bersaing di panggung dunia. Tanpa ambisi gilanya mengejar medali emas, Eropa tidak akan pernah memiliki industri litografi.
Statistik Penting
- Hadiah Perpisahan: < $80 dari 300 karyawan.
- Kerugian ASML (akhir 1987): Hampir $50 juta (total burn rate).
- Pesanan AMD: 25 unit PAS 2500 (plus opsi 25-30 unit).
- Kerugian ASM (1986): $25 juta.