Refleksi dan Masa Depan

Chip War 
Conclusion
Refleksi dan Masa Depan

#1: Kebetulan Geopolitik Texas (1958)
Sejarah sirkuit terpadu dimulai dengan konvergensi luar biasa di Texas Instruments pada tahun 1958. Hanya lima hari setelah China membombardir Pulau Quemoy milik Taiwan, Jack Kilby mendemonstrasikan sirkuit terpadu pertamanya. Di tahun yang sama, Pat Haggerty, Morris Chang (imigran dari China), dan Jay Lathrop (penemu fotolitografi) berkumpul di TI.

Ini bukan kebetulan semata; Perang Dingin mengalirkan dana pertahanan AS ke elektronik karena militer membutuhkan "senjata pintar" untuk mengimbangi kuantitas tentara Soviet dan China. Insinyur imigran seperti Chang dan Andy Grove (Hungaria) tertarik ke AS karena janji meritokrasi dan peluang untuk mengubah masa depan melalui transistor.

#2: Kompleksitas di Luar Imajinasi
Para visioner awal seperti Gordon Moore dan Carver Mead memang memprediksi komputer pribadi, tetapi realitas hari ini jauh melampaui mimpi terliar mereka. Ide bahwa industri akan memproduksi lebih banyak transistor setiap hari daripada jumlah sel dalam tubuh manusia adalah sesuatu yang tidak terbayangkan oleh para pendiri Silicon Valley.

Namun, kompleksitas ini juga membawa biaya yang mengejutkan. Kini, membangun satu pabrik chip logika canggih membutuhkan biaya dua kali lipat dari kapal induk, namun teknologi pabrik itu hanya akan menjadi yang tercanggih selama dua tahun, sementara kapal induk bertahan puluhan tahun. Hal ini membuat bahkan Pentagon tidak mampu lagi membiayai pabriknya sendiri.

#3: Apakah Hukum Moore Sudah Mati?
Tokoh industri seperti Jensen Huang (Nvidia) dan John Hennessy (Alphabet) telah menyatakan Hukum Moore mati karena batasan fisika dan biaya ekonomi yang meroket (mesin EUV seharga $100 juta).

Namun, pesimisme ini bukan hal baru. Erich Bloch dari IBM memprediksi kematian Hukum Moore pada 1988, dan Gordon Moore sendiri khawatir pada 2003. Jim Keller, desainer chip legendaris, tetap optimis dan melihat jalan menuju peningkatan densitas 50 kali lipat melalui inovasi seperti transistor Gate-All-Around (GAA) dan penumpukan vertikal. Seperti katanya: "Kita tidak kehabisan atom."

#4: Pergeseran dari "General Purpose" ke Spesialisasi
Masa depan komputasi mungkin tidak lagi didorong oleh mikroprosesor serbaguna (seperti CPU Intel) yang kemajuannya melambat, melainkan oleh chip spesialis (seperti GPU Nvidia atau TPU Google) yang dioptimalkan untuk AI.

Meskipun ada kekhawatiran tentang "bifurkasi" komputasi (jalur cepat untuk chip khusus vs jalur lambat untuk chip umum), akses ke "jalur cepat" kini semakin demokratis melalui komputasi awan. Inovasi kini bergeser ke pengemasan canggih (advanced packaging) yang memungkinkan berbagai jenis chip digabungkan secara efisien dalam satu sistem, menjaga relevansi peningkatan daya komputasi meskipun Hukum Moore klasik melambat.

#5: Warisan Abadi Tiga Titan
Buku ini ditutup dengan gambaran puitis bulan Desember 1958 di Washington D.C., di mana tiga pemuda—Morris Chang, Gordon Moore, dan Bob Noyce—berjalan pulang sambil bernyanyi di tengah salju setelah konferensi elektronik.

Tidak ada yang menyangka saat itu bahwa mereka adalah arsitek masa depan umat manusia. Chip yang mereka temukan dan industri yang mereka bangun tidak hanya menjadi sirkuit tersembunyi di balik gawai kita, tetapi juga struktur yang membentuk sejarah, geopolitik, dan nasib peradaban modern kita.

Leave a Comment