Chip War
Bab 45
“Mergers Are Bound to Happen”
#1: Bangkitnya Zhao Weiguo (2009 - 2013)
Zhao Weiguo, yang masa kecilnya dihabiskan beternak babi setelah ayahnya diasingkan selama Revolusi Kebudayaan, bertransformasi menjadi miliarder chip China yang paling terkenal. Pada tahun 2009, ia menggunakan kekayaan dari spekulasi real estate dan tambang untuk membeli 49 persen saham Tsinghua Unigroup, perusahaan yang berafiliasi dengan universitas elit China.
Meskipun Zhao mengklaim strateginya "berorientasi pasar," langkahnya jelas sejalan dengan visi negara. Dengan koneksi politik tingkat tinggi (anak mantan Presiden Hu Jintao adalah sekretaris partai di perusahaannya), Zhao memulai foya-foya belanja chip pada tahun 2013, membeli dua perusahaan desain chip China (Spreadtrum dan RDA Microelectronics) dengan harga miliaran dolar, meskipun sinergi bisnisnya diragukan.
#2: Berburu di Taiwan dan Ancaman Boikot (2015)
Setelah mendapatkan dukungan dana pemerintah, Zhao beralih ke Taiwan pada tahun 2015. Ia membeli saham di perusahaan perakitan chip dan secara agresif melobi Taipei untuk mencabut pembatasan investasi China.
Target utamanya adalah "permata mahkota" Taiwan: TSMC dan MediaTek. Zhao secara terbuka menyarankan pembelian 25 persen saham TSMC dan mengancam akan melarang impor chip Taiwan jika Taipei menolak. Tekanan ini membuat TSMC dan MediaTek berada dalam posisi sulit, mengeluarkan pernyataan diplomatis yang samar, sementara menteri ekonomi Taiwan John Deng mulai goyah, menyebut kontrol China "tak terelakkan."
#3: Penolakan Amerika dan Taktik Gerilya (2015 - 2016)
Ambisi Zhao menabrak tembok di Amerika Serikat. Pada Juli 2015, Tsinghua Unigroup mengajukan tawaran $23 miliar untuk membeli Micron, yang akan menjadi akuisisi terbesar China atas perusahaan AS. Tawaran ini, serta upaya membeli saham di perusahaan memori lain, ditolak mentah-mentah oleh regulator AS (CFIUS) karena alasan keamanan nasional.
Gagal secara langsung, China menggunakan taktik gerilya. Pada 2016, dana investasi Canyon Bridge (yang diam-diam didanai pemerintah China) mencoba membeli Lattice Semiconductor setelah Tsinghua melakukan manuver saham mencurigakan. Meskipun AS memblokir kesepakatan Lattice, Canyon Bridge berhasil membeli Imagination (Inggris) dengan mengecualikan aset AS-nya, sebuah langkah yang kemudian disesali regulator Inggris saat China mencoba mengambil alih kontrol dewan direksi.
#4: Aliran Dana Negara Tak Terbatas (2017)
Meskipun sering membuat keputusan bisnis yang tidak rasional (seperti mendanai pabrik memori YMTC dengan $24 miliar padahal hanya diminta $15 miliar), Zhao terus didukung penuh oleh negara.
Pada tahun 2017, di tengah hiruk-pikuk kesepakatan global ini, Tsinghua Unigroup menerima suntikan dana segar: $15 miliar dari China Development Bank dan $7 miliar dari "Big Fund". Aliran uang tanpa batas ini menegaskan bahwa Tsinghua Unigroup bukanlah entitas bisnis swasta biasa, melainkan pelaksana instruksi Xi Jinping untuk "memanggil serangan" dan merebut aset chip strategis dunia dengan cara apa pun, termasuk yang melanggar hukum pasar seperti insider trading.