“We Want a Semiconductor Industry in Taiwan”

Chip War 
Bab 29
“We Want a Semiconductor Industry in Taiwan”

#1: Mandat K.T. Li dan Strategi Nasional (1985)
Pada tahun 1985, Menteri K.T. Li memanggil Morris Chang dan memberinya mandat serta cek kosong untuk memimpin industri chip Taiwan. Li menyadari bahwa meskipun Taiwan memiliki banyak pekerjaan perakitan, nilai tambah dan keuntungan terbesar ada pada desain dan fabrikasi chip, bukan sekadar merakit komponen.

Strategi ini semakin mendesak karena ancaman ekonomi dari China pasca-Mao yang mulai membuka diri. Dengan upah buruh yang jauh lebih rendah, China mengancam akan merebut pekerjaan manufaktur dasar yang selama ini menopang Taiwan, sehingga Taiwan harus segera naik kelas ke teknologi tinggi untuk bertahan hidup.

#2: Morris Chang dan Tantangan Baru (Pertengahan 1980-an)
Morris Chang, yang saat itu berusia 54 tahun, menerima tawaran tersebut setelah karirnya di AS mandek (ia dilewati untuk posisi CEO Texas Instruments). Meskipun ia "lebih Texan daripada Taiwan" karena telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di AS dan memiliki izin keamanan pertahanan AS, tantangan membangun industri dari nol dengan dukungan penuh negara sangat menggiurkan.

Chang melihat ini sebagai kesempatan untuk mewujudkan ide radikal yang pernah ia ajukan (dan ditolak) di TI pada tahun 1976: model bisnis foundry murni.

#3: Konsep Foundry dan Dukungan Philips (1987)
Morris Chang mendirikan TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company) dengan model bisnis revolusioner: hanya memproduksi chip desain orang lain, tanpa merancang chip sendiri.

Konsep ini didasari oleh visi bahwa biaya fabrikasi akan terus meningkat seiring Hukum Moore, sehingga perusahaan desain (fabless) akan membutuhkan mitra manufaktur khusus. Meskipun ide ini ditolak oleh Intel (Gordon Moore menyebutnya "bukan ide bagus"), Chang berhasil meyakinkan Philips (Belanda) untuk berinvestasi $58 juta (saham 27,5 persen) dan mentransfer teknologi produksi serta kekayaan intelektual mereka.

#4: Mobilisasi Modal Gaya Taiwan
Pemerintah Taiwan menyediakan 48 persen modal awal TSMC, namun sisa modal dikumpulkan dengan cara unik: "mobilisasi paksa" para taipan lokal.

Menteri pemerintah menelepon pengusaha kaya dari sektor plastik dan tekstil untuk berinvestasi. Ketika ada yang menolak, Perdana Menteri Taiwan secara pribadi menelepon dan mengingatkan mereka bahwa "pemerintah telah sangat baik kepada Anda selama 20 tahun terakhir," sebuah tekanan halus namun tegas yang memastikan cek investasi segera dikirim. Sejak hari pertama, TSMC bukanlah swasta murni, melainkan proyek negara.

#5: Simbiosis dengan Silicon Valley (1990-an)
Kesuksesan awal TSMC sangat bergantung pada hubungan erat dengan AS. Sepanjang tahun 1990-an, setengah dari penjualan TSMC berasal dari perusahaan Amerika.

Eksekutif puncak TSMC, termasuk presiden Don Brooks (1991-1997), adalah veteran Silicon Valley (mantan TI, Intel, Motorola). Simbiosis ini menguntungkan kedua pihak: Silicon Valley mendapatkan mitra manufaktur terpercaya yang tidak mencuri desain mereka (berbeda dengan mitra Jepang yang sering menjadi pesaing), sementara TSMC mendapatkan akses ke pasar terbesar dunia.

#6: Momen Gutenberg Digital dan Monopoli (Akhir 1990-an)
Model foundry Chang menciptakan "Momen Gutenberg" bagi industri chip: menurunkan hambatan masuk sehingga melahirkan puluhan perusahaan desain fabless baru (penulis baru) seperti NVIDIA dan Qualcomm.

Namun, berbeda dengan mesin cetak Gutenberg yang menyebar luas, ekonomi manufaktur chip justru mendorong konsolidasi ekstrem. Karena skala ekonomi sangat krusial, TSMC yang memproduksi paling banyak chip memiliki keunggulan biaya dan yield yang tak tertandingi. Tanpa disadari dunia saat itu, Morris Chang sedang membangun monopoli "mesin cetak digital" tercanggih di dunia yang kelak menjadikan Taiwan pusat gravitasi teknologi global.

Leave a Comment