The Switch

Chip War 
Bab 2
The Switch

#1: William Shockley: Jenius yang Arogan
Tokoh sentral dalam bab ini adalah William Shockley, seorang fisikawan teoretis lulusan MIT yang bekerja di Bell Labs sejak sebelum perang. Tumbuh di Palo Alto, Shockley memiliki kepribadian yang sulit; ia sangat yakin akan superioritasnya dan dianggap menyebalkan oleh rekan-rekannya.

Namun, di balik arogansinya, ia memiliki intuisi fisika yang luar biasa tajam. Rekan kerjanya menggambarkan bahwa Shockley seolah-olah bisa melihat pergerakan elektron secara langsung.

#2: Misteri Semikonduktor dan Konsep Awal FET (1945)
Pada tahun 1945, Shockley membuat sketsa teori "katup solid state". Ia berhipotesis bahwa medan listrik dapat menarik elektron bebas untuk mengubah konduktivitas material semikonduktor.

Secara teknis, ini adalah konsep dasar dari FET (Field-Effect Transistor) yang menjadi leluhur MOSFET modern. Sayangnya, percobaan awalnya di tahun 1945 ini gagal mendeteksi arus karena keterbatasan kualitas material dan alat ukur saat itu.

#3: Terobosan Brattain dan Bardeen (Desember 1947)
Dua rekan Shockley, Walter Brattain dan John Bardeen, mengambil inspirasi dari teori Shockley. Pada sore hari tanggal 16 Desember 1947, di markas Bell Labs, mereka berhasil menyalakan perangkat Point-Contact Transistor menggunakan filamen emas dan blok germanium.

Penemuan ini membuktikan bahwa semikonduktor bisa mengontrol arus. AT&T (pemilik Bell Labs) menamai perangkat ini "transistor". Awalnya, potensi utamanya hanya dilihat sebagai penguat sinyal (amplifier) telepon.

#4: Kecemburuan Shockley dan Kelahiran BJT (Januari 1948)
Shockley marah besar karena rekan-rekannya berhasil lebih dulu. Terdorong ego, ia mengurung diri di hotel Chicago selama dua minggu saat liburan Natal 1947.

Pada Januari 1948, ia berhasil merancang struktur baru berbentuk "sandwich" (tiga lapisan semikonduktor, misalnya N-P-N) yang disebut BJT (Bipolar Junction Transistor).

Berbeda dengan ide awal FET-nya yang gagal, BJT bekerja dengan menginjeksikan arus kecil ke lapisan tengah untuk mengontrol arus besar. Desain ini terbukti lebih stabil dan cocok untuk produksi massal dibandingkan penemuan awal Brattain dan Bardeen.

#5: Resepsi Publik dan "Sel Otak Kecil" (Juni 1948)
Bell Labs mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan penemuan transistor pada Juni 1948, namun dunia belum menyadari dampaknya. Berita itu hanya muncul di halaman 46 koran New York Times.

Namun, majalah Time memberikan julukan yang profetik: "Little Brain Cell" (Sel Otak Kecil). Transistor BJT ciptaan Shockley di awal 1948 inilah yang kemudian menjadi sakelar elektronik andal yang memicu revolusi digital.

Leave a Comment