Cherry-picking

The Art of Thinking Clearly 
Bab 96
Cherry-picking

Nama Fallacy (Termasuk Alias) Nama Utama: Cherry-picking (Petik Ceri / Tebang Pilih). Deskripsi Judul: "Drawing the Bull’s-Eye Around the Arrow" (Menggambar Papan Target di Sekeliling Anak Panah).

Penjelasan Fallacy Apa itu Cherry-picking? Ini adalah teknik manipulasi informasi di mana seseorang menyeleksi dan memamerkan bukti-bukti yang paling menarik, sukses, atau mendukung argumennya, sambil menyembunyikan atau mengabaikan bukti-bukti yang negatif atau gagal.

Mengapa dinamakan demikian? Istilah ini merujuk pada proses memetik buah ceri: kita hanya mengambil yang paling merah dan matang, meninggalkan yang busuk di pohon. Dalam artikel ini, Rolf Dobelli menggunakan metafora "Texas Sharpshooter": Seseorang menembakkan panah secara acak ke dinding, lalu menggambar lingkaran target (bull's-eye) tepat di sekeliling anak panah yang menancap itu agar dia terlihat seperti penembak jitu. Ini adalah tindakan menyesuaikan tujuan setelah hasil diketahui.

Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat Skor: 5/5 (Sangat Sering / Standar Pemasaran & Laporan) Alasan: Mulai dari brosur hotel, resume pelamar kerja, hingga laporan tahunan perusahaan, semua orang ingin menampilkan diri mereka dalam pencahayaan terbaik. Kita cenderung memaafkan ini dalam iklan, tapi sering tertipu saat hal ini dilakukan dalam laporan "objektif" seperti sains, kedokteran, atau kinerja pemerintah.

3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Brosur Hotel vs Realitas: Di situs web, hotel hanya menampilkan foto kolam renang yang indah dan kamar yang rapi (cherry-picking). Mereka tidak memotret pipa bocor, lobi yang kumuh, atau pemandangan tempat sampah di belakang hotel. Kita sering kali tertipu oleh visual yang dikurasi ini.

Laporan Tahunan Perusahaan: Saat kepala departemen presentasi, mereka menghabiskan slide PowerPoint untuk membahas "kemenangan" dan target yang tercapai. Proyek yang gagal atau target yang meleset tidak disebutkan sama sekali atau diganti diam-diam dengan target baru yang sudah tercapai (menggambar target di sekeliling panah).

Anecdot vs Statistik: Sebuah survei menunjukkan produk gadget perusahaan terlalu rumit bagi mayoritas pelanggan. Namun, manajer HR membantah dengan satu anekdot: "Ayah mertua saya mencobanya kemarin dan langsung paham!" Dia melakukan cherry-picking pada satu kasus sukses (ayah mertua) untuk membatalkan data statistik kegagalan massal.

Tips untuk Menghindari Fallacy Ini

Tanyakan "Ceri Sisa": Saat mendengar laporan sukses, tanyakan secara spesifik tentang proyek yang gagal atau tujuan yang tidak tercapai. Anda belajar lebih banyak dari apa yang tidak dikatakan daripada apa yang dipamerkan.

Cek Target Asli: Jangan hanya melihat hasil akhir. Bandingkan hasil tersebut dengan target awal yang ditetapkan di masa lalu. Sering kali, target asli diam-diam diganti dengan "target yang bisa dicapai" di tengah jalan agar terlihat sukses.

Waspada Anekdot: Jika seseorang menggunakan cerita tunggal (anekdot) untuk membantah data statistik, waspadalah. Itu adalah bentuk cherry-picking yang paling sederhana namun efektif memengaruhi otak kita.

Leave a Comment