Strategic Misrepresentation

The Art of Thinking Clearly 
Bab 89
Strategic Misrepresentation

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Strategic Misrepresentation (Misrepresentasi Strategis).
Alias: Hot Air (Omong Kosong).
Deskripsi Judul: "Hot Air" (Omong Kosong).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Strategic Misrepresentation? Ini adalah perilaku melebih-lebihkan pencapaian atau janji secara sistematis (dan sering kali sadar) untuk memenangkan persaingan, seperti wawancara kerja atau tender proyek. Semakin tinggi taruhannya, semakin besar kebohongan atau "omong kosong" yang diproduksi.

Pelaku tahu bahwa jika mereka memberikan jawaban yang realistis dan jujur, mereka akan kalah dari pesaing yang berani memberikan janji surga. Profesor Bent Flyvbjerg menyebut ini "Reverse Darwinism" (Darwinisme Terbalik): bukan yang terbaik yang menang, tetapi yang paling pandai membual yang mendapatkan proyek/pekerjaan.

Mengapa dinamakan demikian? Disebut Strategic Misrepresentation karena distorsi fakta ini dilakukan secara "strategis" (terencana) untuk mencapai tujuan tertentu. Disebut Hot Air karena janji-janji tersebut kosong, hanya angin panas tanpa substansi nyata untuk menopangnya saat pelaksanaan.

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Standar Industri Mega-Proyek)
Alasan: Sistem insentif saat ini justru menghukum kejujuran. Dalam lelang proyek atau pemilu, kandidat yang jujur tentang biaya dan kesulitan akan kalah oleh kandidat yang menjanjikan "murah, cepat, dan bagus". Ini membuat kebohongan menjadi norma sosial yang diterima secara diam-diam.

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

- Wawancara Kerja: Pelamar menjanjikan bisa menaikkan penjualan 30% sekaligus memotong biaya 30%. Dia tahu itu mustahil, tapi dia juga tahu jika dia menjawab "Saya akan coba semampu saya", dia tidak akan diterima. Dia fokus memenangkan jabatan dulu, urusan teknis dipikirkan nanti.

- Tenggat Waktu Penulis: Seorang jurnalis menjanjikan penerbit bahwa naskah bukunya akan selesai dalam 6 bulan demi mendapatkan uang muka (advance), padahal dia tahu biasanya butuh 3 tahun. Dia berbohong karena jika dia jujur, penerbit tidak akan memberinya kontrak.

- Mega-Proyek Pemerintah: Mengapa proyek jembatan atau gedung pemerintah selalu over-budget dan terlambat? Karena pemenang tender adalah kontraktor yang mengajukan proposal paling optimis (baca: paling tidak realistis) di atas kertas. Kontraktor yang jujur dengan biaya tinggi pasti kalah tender.

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini

- Abaikan Klaim, Lihat Rekam Jejak: Jangan percaya apa yang dikatakan kandidat atau kontraktor tentang masa depan ("Saya bisa melakukan X"). Lihatlah apa yang telah mereka lakukan di masa lalu (past performance).

- Gunakan Data Pembanding (Reference Class): Jangan menilai proposal secara isolasi. Bandingkan dengan proyek serupa lainnya. Jika rata-rata penulisan buku adalah 3 tahun, jangan percaya janji 6 bulan.

- Penalti Finansial: Saat membuat kontrak, masukkan klausul penalti berat untuk keterlambatan atau pembengkakan biaya. Simpan dana pembayaran di akun escrow (rekening bersama) yang hanya cair jika janji terpenuhi. Cara ini akan menyaring para pembual.

Leave a Comment