The Art of Thinking Clearly
Bab 85
Procrastination
1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Procrastination (Prokrastinasi / Penundaan).
Deskripsi Judul: "Why New Year’s Resolutions Don’t Work" (Mengapa Resolusi Tahun Baru Tidak Berhasil).
2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Procrastination? Ini adalah kecenderungan untuk menunda tindakan yang penting namun tidak menyenangkan (seperti ke gym, membayar pajak, atau menulis tesis) demi melakukan hal-hal yang lebih mudah atau menyenangkan sesaat.
Mengapa kita melakukannya? Prokrastinasi terjadi karena adanya jeda waktu antara "menabur" (usaha keras saat ini) dan "menuai" (hasil di masa depan). Menjembatani celah ini membutuhkan energi mental yang besar atau willpower (tekad).
Psikolog Roy Baumeister membuktikan bahwa willpower seperti baterai. Jika baterai ini habis digunakan untuk menahan godaan (kontrol diri), kita tidak punya energi tersisa untuk mengerjakan tugas berat, sehingga kita menunda.
3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Manusiawi)
Alasan: Prokrastinasi adalah hal irasional namun sangat manusiawi. Hampir semua orang mengalaminya, itulah sebabnya resolusi Tahun Baru yang abstrak sering kali gagal total. Kita menunggu "mood yang tepat", padahal mood itu jarang datang dengan sendirinya.
4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Penulis yang Tidak Menulis: Teman penulis hanya menghasilkan dua baris tulisan per hari. Alasannya: "Riset lebih menyenangkan daripada menulis." Dia menghabiskan waktu berselancar di internet menunggu inspirasi dan "mood yang tepat", yang sebenarnya hanyalah bentuk penundaan.
- Eksperimen Lobak vs Kue Coklat (Baumeister): Mahasiswa dibagi dua grup di ruangan berbau kue coklat. Grup A boleh makan kue, Grup B hanya boleh makan lobak mentah. Setelah itu mereka disuruh mengerjakan matematika sulit. Grup B (pemakan lobak) menyerah dua kali lebih cepat. Mengapa? Energi mental mereka sudah habis terkuras untuk menahan diri agar tidak memakan kue, sehingga mereka tidak sanggup lagi mengerjakan tugas berikutnya.
- Resolusi Tahun Baru: Seseorang bertekad berhenti merokok atau mulai diet di awal tahun. Namun, karena targetnya terlalu umum dan tidak dipecah menjadi tenggat waktu yang jelas, resolusi ini layu sebelum berkembang karena "baterai" tekad habis di tengah jalan.
5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Isi Ulang Baterai Tekad: Sadari bahwa kontrol diri bisa habis. Istirahat yang cukup dan menjaga kadar gula darah (makan) adalah syarat mutlak agar otak siap bekerja.
- Eliminasi Distraksi: Matikan internet atau ponsel saat mengerjakan tugas sulit. Jangan mengandalkan tekad untuk melawan godaan; hilangkan godaannya.
- Buat Deadline Eksternal/Publik: Deadline yang ditentukan orang lain (guru/bos) paling efektif. Jika harus membuat deadline sendiri, pecah tugas menjadi bagian kecil dan umumkan ke publik (teman/keluarga) agar ada tekanan sosial untuk menyelesaikannya.