House-Money Effect

The Art of Thinking Clearly 
Bab 84
House-Money Effect

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: House-Money Effect (Efek Uang Bandar).
Deskripsi Judul: "Why Money Is Not Naked" (Mengapa Uang Tidak Telanjang).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu House-Money Effect? Ini adalah bias kognitif di mana kita memperlakukan uang secara berbeda tergantung pada bagaimana kita mendapatkannya. Kita cenderung mengambil risiko lebih besar atau membelanjakan uang dengan lebih boros jika uang itu berasal dari "keuntungan tak terduga" (hadiah, lotre, bonus, warisan) dibandingkan jika uang itu hasil kerja keras.

Istilah "Uang tidak telanjang" berarti uang selalu dibungkus kain emosional; kita tidak melihat nilai nominalnya secara objektif, melainkan nilai emosional asal-usulnya.

Mengapa dinamakan demikian? Istilah ini berasal dari dunia kasino. Saat penjudi menang, mereka sering berkata mereka bermain dengan "House Money" (uang milik bandar/kasino), bukan uang mereka sendiri. Jika mereka kalah, mereka merasa tidak rugi apa-apa. Padahal, begitu uang itu dimenangkan, itu adalah milik mereka sepenuhnya. Mentalitas ini membuat mereka bertaruh lebih agresif sampai uang itu habis kembali.

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Penyebab Kebangkrutan Pemenang Lotre)
Alasan: Bias ini menjelaskan mengapa banyak pemenang lotre bangkrut dalam waktu singkat dan mengapa kita lebih mudah menghabiskan bonus tahunan untuk barang mewah daripada menggunakan gaji bulanan. Pemasar memanfaatkannya dengan memberi "kredit gratis" atau poin agar kita lebih boros.

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

- Uang Temuan vs. Uang Tabungan: Penulis menemukan uang 500 franc di jalan dan langsung membelikannya sepeda mahal dengan rem cakram. Padahal, dia punya tabungan hasil memotong rumput dengan jumlah sama, tapi tidak pernah terpikir untuk memakainya membeli sepeda itu. Uang temuan dianggap "uang gratis", uang kerja dianggap "uang sakral".

- Eksperimen Gaji vs. Lotre: Jika Anda menabung $20.000 dari gaji setahun, Anda cenderung menginvestasikannya (konservatif). Jika Anda memenangkan $20.000 dari lotre, Anda cenderung menggunakannya untuk liburan mewah atau renovasi (konsumtif). Padahal, nilai $20.000 itu identik.

- Jebakan Marketing: Situs judi online memberi kredit $100 saat mendaftar, atau kartu kredit memberi bonus poin awal. Ini memicu House-Money Effect: karena merasa itu "uang gratis", pengguna menjadi lebih berani bertransaksi dan akhirnya mengeluarkan uang pribadi lebih banyak.

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini

- Lucuti "Baju Emosional" Uang: Sadari bahwa uang adalah uang. Satu dolar yang Anda temukan di jalan nilainya sama persis dengan satu dolar yang Anda peroleh dari keringat kerja keras.

- Strategi "Baju Kerja": Saat Anda mendapat rejeki nomplok (bonus/hadiah), jangan anggap itu uang pesta. Masukkan segera ke rekening tabungan utama Anda atau investasi. Campurkan dengan uang hasil kerja keras Anda agar Anda merasa "sayang" untuk menghamburkannya.

- Waspada "Gratisan": Jika perusahaan memberi Anda voucher atau kredit gratis, waspadalah. Itu pancingan agar Anda merasa kaya dan melonggarkan disiplin keuangan Anda.

Leave a Comment