Loss Aversion

The Art of Thinking Clearly 
Bab 32
Loss Aversion

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Loss Aversion (Aversi Kerugian / Penghindaran Kerugian).
Deskripsi Judul: "Mengapa Kejahatan Menghantam Lebih Keras daripada Kebaikan" (Why Evil Strikes Harder Than Good).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Loss Aversion? Ini adalah fenomena psikologis di mana rasa takut kehilangan sesuatu memotivasi kita jauh lebih kuat daripada harapan untuk mendapatkan sesuatu yang bernilai sama. Kehilangan $100 membuat kita merasa lebih sedih daripada rasa senang yang kita dapatkan saat menemukan $100. Secara emosional, beban kerugian "berbobot" sekitar dua kali lipat dibandingkan keuntungan yang setara.

Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan Loss Aversion karena istilah ini menggambarkan keengganan (aversion) alamiah kita yang sangat kuat terhadap kerugian (loss). Kita lebih sensitif terhadap hal negatif daripada positif. Wajah menyeramkan lebih menonjol daripada wajah tersenyum, dan perilaku buruk diingat lebih lama daripada perilaku baik.

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Warisan Evolusi)
Alasan: Sifat ini adalah hasil evolusi. Di masa lalu, satu kesalahan bodoh bisa berarti kematian. Orang yang nekat mati sebelum mewariskan gen, sementara orang yang berhati-hati (takut rugi/mati) bertahan hidup. Kita adalah keturunan dari mereka yang sangat berhati-hati tersebut. Alam lebih banyak menyediakan hal buruk (penyakit, perang, bangkrut) daripada hal baik, sehingga kita terprogram untuk waspada.

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Kampanye Kesehatan (Brosur Kanker Payudara): Dalam sebuah studi, wanita diberi dua jenis brosur. Brosur A menekankan keuntungan ("Pemeriksaan meningkatkan peluang menemukan tumor"). Brosur B menekankan kerugian ("Tidak memeriksa menurunkan peluang menemukan tumor"). Hasilnya, Brosur B (bingkai kerugian/negatif) jauh lebih efektif menggerakkan wanita untuk melakukan pemeriksaan sadari.

- Penjualan (Isolasi Rumah): Cara paling efektif menjual isolasi rumah bukanlah dengan mengatakan "Anda akan berhemat uang," melainkan "Anda sedang kehilangan uang setiap hari tanpa isolasi ini." Rasa takut kehilangan uang di dompet lebih memicu tindakan daripada potensi tabungan.

- Karyawan & Investor Saham: Karyawan cenderung main aman dan takut mengambil risiko karena risiko dipecat (kerugian) terasa jauh lebih berat daripada potensi bonus (keuntungan). Investor saham juga sering menahan saham yang rugi (unrealised loss) karena merealisasikan kerugian itu terlalu menyakitkan secara emosional, meskipun secara logika saham itu harus dijual.

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Ubah Bingkai Persuasi: Jika Anda ingin meyakinkan seseorang, jangan hanya fokus pada keuntungan. Sebaliknya, soroti potensi kerugian yang bisa mereka hindari jika mengikuti saran Anda.

- Lihat Gambaran Besar (Untuk Investor): Jangan menangisi kerugian kecil (seperti uang $100 yang hilang) jika portofolio investasi Anda sebenarnya berfluktuasi ribuan dolar setiap detiknya. Jangan biarkan emosi kerugian kecil mengganggu rasionalitas.

- Pahami Bias Negatif: Sadarilah bahwa kita secara alami lebih memperhatikan hal-hal negatif. Jangan biarkan ketakutan akan kerugian menghalangi Anda melihat peluang keuntungan yang mungkin jauh lebih besar.

Leave a Comment