Induction

The Art of Thinking Clearly 
Bab 31
Induction

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Induction (Induksi / Pemikiran Induktif).
Deskripsi Judul: "Cara Mengambil Jutaan Milik Orang Lain" (How to Relieve People of Their Millions).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Induction? Ini adalah kecenderungan kognitif untuk menarik kepastian universal (kesimpulan umum) berdasarkan pengamatan individual yang terjadi berulang kali. Kita berasumsi bahwa jika sesuatu selalu terjadi di masa lalu, hal itu akan terus terjadi selamanya di masa depan. Namun, satu kejadian tunggal yang menyimpang (disebut Black Swan) cukup untuk menghancurkan teori yang telah terkonfirmasi ribuan kali tersebut.

Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan Induction (Induksi) karena mengacu pada metode penalaran logika induktif, yaitu proses berpikir yang bergerak dari hal-hal yang spesifik (observasi data harian) menuju kesimpulan yang umum (hukum universal). Masalahnya, dalam kehidupan nyata, akumulasi data positif sebanyak apa pun tidak bisa menjamin bahwa hal negatif tidak akan terjadi besok.

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Fundamental bagi Kehidupan)
Alasan: Kita tidak bisa hidup tanpa pemikiran induktif. Kita percaya hukum aerodinamika tetap berlaku saat naik pesawat, kita percaya jantung kita akan berdetak besok, dan kita percaya tidak akan dipukuli secara acak di jalan. Namun, kepercayaan diri yang berlebihan pada pola masa lalu inilah yang menyebabkan kehancuran di pasar saham dan kehidupan pribadi.

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Angsa Natal (The Christmas Goose): Seekor angsa diberi makan oleh petani setiap hari. Awalnya ragu, tapi setelah berbulan-bulan, angsa menyimpulkan secara induktif: "Petani ini baik dan memedulikan saya." Setiap hari keyakinan ini terkonfirmasi. Namun, saat Natal tiba, petani menyembelihnya. Angsa menjadi korban pemikiran induktif; satu peristiwa ekstrem menghapus keamanan yang dirasakan selama berbulan-bulan .

- Skema Penipuan Email Saham: Seseorang bisa terlihat seperti nabi pasar saham dengan mengirim prediksi acak. Kirim prediksi "Saham Naik" ke 50.000 orang dan "Saham Turun" ke 50.000 lainnya. Bulan depan, kirim lagi prediksi ke kelompok yang "benar". Setelah 10 bulan, akan tersisa segelintir orang yang menerima 10 prediksi benar berturut-turut. Di mata mereka, Anda jenius (karena induksi: "dia benar 10 kali, pasti besok benar lagi"), padahal itu murni seleksi statistik.

- Base Jumper (Penerjun): Teman penulis adalah penerjun payung (base jumper). Ia merasa aman karena sudah melompat 1.000 kali tanpa celaka ("Saya punya pengalaman 1.000 lompatan"). Dua bulan kemudian, lompatan ke-1.001 membunuhnya. Satu kejadian fatal menghapus teori keamanan yang dibangun dari 1.000 data sebelumnya.

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Ingat Benjamin Franklin: Ingatlah pepatah: "Tidak ada yang pasti kecuali kematian dan pajak." Kepastian yang kita miliki hanyalah bersifat sementara (provisional).

- Waspada Pasar Saham: Jangan pernah berpikir saham akan naik selamanya hanya karena grafiknya naik selama berbulan-bulan. Jangan menutup mata terhadap risiko kehancuran mendadak (cluster risk).

- Kelangsungan Hidup Bukan Jaminan: Jangan berasumsi bahwa karena umat manusia selalu selamat dari tantangan masa lalu, kita pasti akan selamat dari tantangan masa depan. Pernyataan seperti itu bias karena hanya bisa diucapkan oleh spesies yang belum punah.

Leave a Comment