Gambler’s Fallacy

The Art of Thinking Clearly 
Bab 29
Gambler’s Fallacy

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Gambler’s Fallacy (Kesesatan Penjudi).
Alias Lain: The "Balancing Force of the Universe" Belief (Kepercayaan pada Kekuatan Penyeimbang Semesta).
Deskripsi Judul: "Mengapa 'Kekuatan Penyeimbang Semesta' Itu Omong Kosong" (Why the ‘Balancing Force of the Universe’ Is Baloney).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Gambler’s Fallacy? Ini adalah keyakinan keliru bahwa ada "kekuatan penyeimbang" di alam semesta yang akan menormalkan kejadian-kejadian acak. Orang percaya bahwa jika sesuatu terjadi lebih sering dari biasanya pada periode tertentu (misal: koin muncul "angka" terus), maka kejadian sebaliknya (muncul "gambar") akan lebih mungkin terjadi di masa depan agar seimbang. Padahal, untuk kejadian independen, bola atau koin tidak punya ingatan dan tidak peduli apa yang terjadi sebelumnya.

Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan Gambler’s Fallacy karena kesalahan berpikir ini paling sering terjadi di meja judi. Penjudi sering berpikir angka tertentu "sudah waktunya keluar" karena sudah lama tidak muncul. Contoh paling terkenal terjadi di kasino Monte Carlo tahun 1913, di mana bola rolet jatuh di warna hitam 26 kali berturut-turut, menyebabkan kekalahan massal bagi pemain yang terus bertaruh pada merah karena yakin "pasti sebentar lagi berubah".

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Mitos Kosmik)
Alasan: Manusia secara intuitif percaya pada keseimbangan kosmik. Kita sulit menerima bahwa kejadian independen (seperti lotre atau dadu) benar-benar tidak saling berhubungan. Kita sering mencampuradukkan kejadian acak dengan kejadian yang saling memengaruhi (seperti cuaca yang memang punya mekanisme penyeimbang/regresi), padahal kasino dan lotre murni acak.

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Tragedi Monte Carlo (Roulette): Bola rolet jatuh di hitam 20 kali berturut-turut. Orang-orang berbondong-bondong bertaruh jutaan pada merah, yakin bahwa "alam semesta harus menyeimbangkannya". Ternyata bola terus jatuh di hitam hingga putaran ke-26. Banyak yang bangkrut karena melawan tren acak tersebut dengan asumsi yang salah.

- Angka Lotre "Dingin": Seorang teman penulis mencatat angka lotre mingguan di spreadsheet dan kemudian memasang taruhan pada angka yang paling jarang muncul. Ia percaya angka-angka itu "harus" muncul untuk menyeimbangkan statistik. Ini sia-sia karena bola lotre tidak punya memori.

- Lelucon Matematikawan (Bom di Pesawat): Seorang matematikawan takut naik pesawat karena risiko serangan bom. Solusinya? Dia membawa bom sendiri di tasnya. Alasannya: "Probabilitas ada satu bom di pesawat memang kecil, tapi probabilitas ada dua bom di pesawat hampir nol!" Ini ilustrasi konyol dari gambler's fallacy yang mengira satu kejadian memengaruhi kejadian independen lainnya.

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Bedakan Independen vs Interdependen: Periksa apakah peristiwanya independen (kasino, lotre, dadu) atau saling bergantung (cuaca, kesehatan, ekonomi).

- Di kasino/lotre: Tidak ada gaya penyeimbang. Apa yang terjadi sebelumnya tidak memengaruhi masa depan.

- Di kehidupan nyata (saham/cuaca): Peristiwa sering berkaitan, tapi kadang ekstrem justru memicu ekstrem lagi (orang kaya makin kaya), bukan menyeimbang.

- Koin "Curang" (Common Sense): Jika koin dilempar 50 kali dan selalu muncul "kepala", jangan bertaruh pada "ekor" karena gambler's fallacy. Gunakan akal sehat: kemungkinan besar koin itu dimanipulasi/diberat sebelah (loaded), jadi bertaruhlah pada "kepala" lagi.

- Lupakan "Keseimbangan": Sadarilah bahwa pepatah "What goes around, comes around" (Apa yang kau tanam, itu yang kau tuai) seringkali tidak berlaku untuk peristiwa acak independen.

Leave a Comment