Neglect of Probability

The Art of Thinking Clearly 
Bab 26
Neglect of Probability

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Neglect of Probability (Pengabaian Probabilitas).
Varian Terkait: Zero-risk Bias (Bias Risiko Nol).
Deskripsi Judul: "Mengapa Anda Segera Akan Bermain Mega-Triliun" (Why You’ll Soon Be Playing Megatrillions).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Neglect of Probability? Ini adalah kesalahan berpikir di mana kita mengambil keputusan berdasarkan besarnya dampak (magnitudo) suatu peristiwa—seperti besarnya hadiah uang atau seramnya kecelakaan—namun melupakan seberapa besar atau kecil kemungkinan (probabilitas) peristiwa itu terjadi.

Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan Neglect of Probability karena kita secara harfiah mengabaikan faktor probabilitas dalam pertimbangan kita. Otak kita tidak memiliki pemahaman intuitif tentang peluang (intuitive grasp of probability). Kita hanya bereaksi pada "seberapa besar dampaknya", bukan "seberapa sering hal itu terjadi". Akibatnya, risiko 1% dan 99% sering terasa sama menakutkannya bagi kita, atau peluang menang 1:10.000 dan 1:100 juta terasa sama menggiurkannya.

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Cacat Bawaan)
Alasan: Artikel menyatakan bahwa kita "tidak memiliki pemahaman intuitif tentang risiko". Hal ini terlihat jelas dalam popularitas lotre (orang mengejar jackpot besar meski peluangnya mustahil) dan ketakutan berlebih pada terorisme atau kecelakaan pesawat (mengabaikan statistik yang menyatakan itu sangat jarang terjadi).

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Lotre Mega-Triliun: Orang lebih memilih undian dengan hadiah $10 juta (peluang menang 1:100 juta) daripada undian hadiah $10.000 (peluang menang 1:10.000). Secara objektif, pilihan kedua 10 kali lebih baik. Namun, kita mengabaikan probabilitasnya dan hanya tergiur oleh besarnya angka $10 juta.

- Bias Risiko Nol (Pengolahan Air): Diberi pilihan metode A (mengurangi risiko kematian dari 5% jadi 2%) atau metode B (mengurangi risiko dari 1% jadi 0%), kebanyakan orang memilih B. Padahal A menyelamatkan 3% nyawa, sedangkan B hanya 1%. Kita terobsesi pada "nol risiko" dan mengabaikan hitungan statistik mana yang sebenarnya lebih efektif.

- Investasi Startup: Investor pemula sering terbutakan oleh potensi keuntungan besar dari startup (tanda dolar di mata mereka), tetapi malas atau lupa mengecek statistik bahwa peluang sukses startup tersebut sebenarnya sangat tipis.

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Hitung Nilai Ekspektasi: Selalu pertimbangkan probabilitasnya. Jangan hanya melihat "Berapa hadiahnya?" atau "Seberapa seram dampaknya?", tapi tanyakan "Berapa persen kemungkinannya?".

- Waspada Risiko Nol: Sadarilah bahwa "risiko nol" sering kali hanya ilusi atau biayanya sangat mahal secara ekonomi. Seringkali, menerima sedikit risiko (seperti pada metode A) memberikan hasil keseluruhan yang lebih baik.

- Bedakan Emosi dan Statistik: Semakin emosional topiknya (seperti radioaktif atau terorisme), semakin buruk kemampuan kita menghitung risiko. Sadarilah bias ini dan coba kembali ke data statistik.

Leave a Comment