The Art of Thinking Clearly
Bab 6
Reciprocity
1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Reciprocity (Resiprositas / Timbal Balik).
Deskripsi Judul: "Jangan Terima Minuman Gratis" (Don’t Accept Free Drinks).
Alias Lain: "Gentle Blackmail" (Pemerasan Halus).
2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Reciprocity? Reciprocity (Resiprositas) adalah fenomena psikologis di mana manusia memiliki kesulitan yang luar biasa untuk merasa berutang kepada orang lain. Jika seseorang memberikan sesuatu kepada kita (bahkan yang tidak kita minta), kita merasakan dorongan kuat untuk membalasnya agar impas. Prinsip utamanya adalah "memberi dulu, baru mengambil" (first give, then take).
Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan Reciprocity karena istilah ini berasal dari kata reciprocate yang berarti membalas atau saling berbalas. Nama ini menggambarkan inti dari mekanisme sosial tersebut: adanya pertukaran timbal balik. Ketika satu pihak memberi, tercipta "utang" tak kasat mata yang memaksa pihak lain untuk melakukan tindakan balasan (reciprocal action) demi menghilangkan rasa beban tersebut.
3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Terjadi Secara Alami)
Alasan: Artikel menyebutkan bahwa dorongan ini "sangat kuat" (so compelling) dan tersebar luas (widespread). Ini adalah inti dari kerja sama antar manusia yang tidak memiliki hubungan darah. Organisasi nirlaba, perusahaan, hingga sekte agama menggunakan teknik ini secara masif karena tingkat keberhasilannya yang tinggi.
4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Sekte Hare Krishna & NGO: Sekte Hare Krishna memberikan bunga kecil kepada pelancong di bandara. Saat pelancong menerimanya (agar tidak kasar), mereka merasa bersalah dan akhirnya memberikan donasi saat diminta. Mirip dengan NGO yang mengirim kartu pos gratis ke rumah Anda; meskipun Anda tahu taktiknya, butuh tekad kuat untuk membuangnya tanpa menyumbang.
- "Pemerasan Halus" Korporat: Seorang pemasok sekrup mengajak calon klien nonton pertandingan olahraga besar. Sebulan kemudian, saat klien butuh sekrup, rasa "tidak enak" karena sudah ditraktir membuatnya memesan dari pemasok tersebut. Ini adalah bentuk korupsi halus yang memanfaat rasa berhutang.
- Lingkaran Setan Makan Malam: Penulis menerima undangan makan malam dari pasangan yang membosankan. Karena merasa berhutang budi atas undangan tersebut, penulis terpaksa mengundang balik mereka beberapa bulan kemudian, yang berujung pada undangan berikutnya lagi. Mereka terjebak dalam siklus pertemuan yang melelahkan hanya karena aturan resiprositas.
5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Tolak Tawaran Awal: Jika seseorang di supermarket menawarkan sampel gratis (anggur, keju, zaitun), saran terbaik adalah menolaknya—kecuali Anda memang ingin membelinya.
- Sadari Taktiknya: Pahami bahwa pemberian tersebut seringkali bukan murni kebaikan, melainkan strategi "memberi untuk mengambil". Jika Anda menerima sampelnya, Anda berisiko pulang dengan kulkas penuh barang yang sebenarnya tidak Anda sukai.
- Berani "Tidak Sopan": Terkadang dibutuhkan sedikit kekejaman (ruthlessness) untuk membuang kartu pos gratis atau menolak bunga agar tidak terjerat dalam rasa berhutang.