Will Rogers Phenomenon

The Art of Thinking Clearly 
Bab 58
Will Rogers Phenomenon

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Will Rogers Phenomenon (Fenomena Will Rogers).
Alias Lain: Stage Migration (Migrasi Tahapan).
Deskripsi Judul: "Cara Meningkatkan IQ Rata-Rata Dua Negara Bagian" (How to Increase the Average IQ of Two States).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Will Rogers Phenomenon? Ini adalah ilusi statistik di mana memindahkan unsur dari satu kelompok ke kelompok lain dapat meningkatkan nilai rata-rata kedua kelompok tersebut secara bersamaan, meskipun tidak ada perubahan nilai total secara keseluruhan. Ini terjadi ketika Anda mengambil nilai yang berada di bawah rata-rata kelompok asal (sehingga rata-rata asal naik setelah ditinggalkan) tetapi nilai itu masih di atas rata-rata kelompok tujuan (sehingga rata-rata tujuan naik setelah kedatangan).

Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan berdasarkan komedian Amerika, Will Rogers, yang pernah bercanda bahwa orang-orang Oklahoma yang berkemas dan pindah ke California berhasil "menaikkan IQ rata-rata kedua negara bagian tersebut". (Implikasinya: Mereka yang pindah tergolong bodoh menurut standar Oklahoma, tapi tergolong pintar menurut standar California).

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sering / Trik Manipulasi Statistik)
Alasan: Fenomena ini sering digunakan secara sengaja atau tidak sengaja untuk memoles laporan kinerja. Manajer investasi, kepala cabang penjualan, dan jurnalis sering tertipu oleh "kenaikan rata-rata" ini tanpa menyadari bahwa itu hanyalah permainan geser-menggeser angka (switcheroo) tanpa ada penciptaan nilai nyata.

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Manajer Bank (Memoles Bonus): Manajer A mengelola uang nasabah "ultra-kaya". Manajer B mengelola nasabah "cukup kaya". Untuk menaikkan rata-rata keduanya, ambil satu nasabah "termiskin" dari kelompok A, lalu pindahkan ke kelompok B. Rata-rata A naik (karena beban terendah hilang), dan rata-rata B juga naik (karena dapat nasabah baru yang lebih kaya dari rata-rata mereka). Manajer dapat bonus, padahal tidak ada nasabah baru.

- Dealer Mobil (Strategi Geser Karyawan): Cabang A (penjualan rendah: 1, 2, 3 mobil/minggu) rata-ratanya 2. Cabang B (penjualan tinggi: 4, 5, 6 mobil/minggu) rata-ratanya 5. Pindahkan penjual yang jual 4 mobil (terendah di B) ke cabang A. Hasil: Cabang A (1, 2, 3, 4) rata-ratanya naik jadi 2,5. Cabang B (5, 6) rata-ratanya naik jadi 5,5. Statistik terlihat hebat, padahal total penjualan tetap sama.

- Kedokteran (Migrasi Tahapan Tumor): Teknologi screening baru bisa mendeteksi tumor mikroskopis yang dulunya tidak terlihat. Pasien yang dulu dianggap "sehat" sekarang masuk kategori "Tumor Tahap 1". Masuknya orang-orang yang "relatif sehat" ini ke dalam grup Tahap 1 secara otomatis meningkatkan angka harapan hidup rata-rata grup Tahap 1. Statistik pengobatan kanker terlihat membaik, padahal itu hanya pergeseran klasifikasi pasien (stage migration).

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Waspada "Kenaikan Rata-Rata": Jika Anda mendengar laporan bahwa rata-rata di semua departemen, lini produk, atau wilayah meningkat, jangan langsung kagum. Cek apakah ada perpindahan aset atau personel antar-grup.

- Lihat Nilai Total: Abaikan rata-rata per kelompok sejenak dan lihatlah total keseluruhan (gabungan). Jika totalnya tidak berubah, maka kenaikan rata-rata itu hanyalah ilusi Will Rogers.

- Perhatikan Perubahan Klasifikasi: Dalam dunia medis atau investasi, perhatikan apakah ada perubahan cara pengelompokan (klasifikasi ulang). Perubahan definisi kategori sering kali menjadi penyebab lonjakan statistik yang menipu.

Leave a Comment