The Sun Sets on GCA

ASML's Architects 
Bab 50
The Sun Sets on GCA

#1: Geopolitik: "Air Mata Buaya" dan Karma Sejarah

Bab ini tidak hanya membahas ketakutan AS, tetapi juga ironi sejarahnya.

- Ketakutan Jim Owens: Jim Owens (VP National Semiconductor) menyuarakan paranoia industri AS: "Apakah mereka (Jepang) memberi kita yang terbaik, atau menahannya untuk keuntungan kompetitif?" AS takut Jepang sengaja menyabotase pasokan mesin agar produsen chip AS mati.
- Air Mata Buaya (Crocodile Tears): Penulis mencatat bahwa tangisan AS ini munafik. Pada akhir 70-an, GCA-lah yang memprioritaskan pelanggan AS dan mengabaikan pelanggan Jepang. Hal inilah yang memaksa Jepang untuk mandiri dan membangun industri alat mereka sendiri (Nikon/Canon) yang kini balik menghancurkan AS.

#2: Kesalahan Strategis: Pertaruhan Mahal pada E-Beam

Selain diversifikasi yang luas, GCA melakukan kesalahan prediksi teknologi yang fatal.

- Prediksi Salah: Manajemen GCA yakin litografi optik akan mati di akhir 90-an.
- Investasi Sia-sia: Mereka menghabiskan $35 juta untuk pengembangan sistem e-beam (berkas elektron) dan $75-$100 juta untuk otomasi pabrik, mengabaikan pengembangan stepper optik yang justru terus bertahan (sesuai Hukum Moore).

#3: Perangkap Arsitektur DSW4800 (Akar Masalah Teknis)

Analisis Rebecca Henderson menyoroti detail teknis spesifik mengapa GCA macet.

- Kompatibilitas Mematikan: Demi memuaskan pelanggan awal, GCA memutuskan semua mesin baru harus kompatibel dengan model pertama (DSW4800).
- Dampak: Ini membelenggu insinyur. Mereka tidak bisa membuat arsitektur sistem baru yang radikal, hanya menambal sulam desain lama. Inilah sebabnya mengapa mesin GCA penuh dengan "kepulauan modul" yang tidak terintegrasi, bukan sistem yang utuh.

#4: Neraka Layanan Ken Pynn

Kutipan dan situasi Ken Pynn (sebelum pindah ke ASML) digambarkan lebih dramatis.

- "Pasak Bulat di Lubang Persegi": Pynn mengeluh: "We’re spending way too much time hammering round pegs into square holes."
- Banjir FCO: Insinyur mengirim ratusan Field Change Orders (perubahan desain mendadak) tanpa dokumentasi yang jelas. Teknisi layanan di lapangan "mati kutu" karena komponen sering tidak tersedia dan mereka tidak terlatih untuk perubahan mendadak itu.

#5: Nuansa Keunggulan Jepang (Bukan Hanya Lensa)

Kejatuhan GCA bukan hanya karena lensa Zeiss yang buruk, tapi strategi ekonomi Jepang yang cerdas.

- Ekonomi Pelanggan: Canon dan Nikon mengembangkan lensa g-line dengan Numerical Aperture (NA) yang lebih besar dan sistem fokus yang lebih baik.
- Keuntungan: Ini memungkinkan pabrik chip untuk mencetak detail lebih kecil tanpa membangun pabrik baru. Pelanggan bisa memperpanjang umur investasi pabrik mereka hanya dengan mengganti stepper. GCA gagal memberikan nilai ekonomis ini.

#6: Peringatan Awal bagi ASML

Bab ini secara implisit menjadi peringatan bagi ASML. Masalah lensa g-line Zeiss yang menghancurkan GCA juga mulai mengancam ASML (karena menggunakan lensa yang sama di PAS 2500). Namun, bedanya, ASML kelak memaksa Zeiss memperbaiki masalah lem tersebut (seperti dibahas di bab sebelumnya), sementara GCA membiarkannya dan hancur.

Leave a Comment