The Rescue Mission

ASML's Architects 
Bab 16
The Rescue Mission

#1: Kegagalan "Chinese Copy" dan Birokrasi S&I (Awal 1982)

Upaya tim S&I untuk membuat salinan persis (Chinese copy) dari Silicon Repeater Natlab menemui jalan buntu. Frans Klaassen menemukan bahwa dokumentasi Natlab sangat buruk (hanya sketsa dan foto hitam-putih), membuat insinyur S&I kesulitan memahami detail halus. Upaya insinyur S&I untuk melakukan "sedikit perbaikan" justru merusak kinerja mesin, seperti pompa oli yang getarannya mengaburkan gambar.

Situasi diperparah oleh birokrasi S&I. Tim Richard George bergantung pada bengkel elektronik internal yang kaku, di mana permintaan desain sering ditolak atau diubah sembarangan oleh teknisi bengkel ("Uncle Joe solutions"). George menyalahkan bosnya, Ronald Beelaard, yang dianggap menganaktirikan proyek stepper demi fokus pada mesin E-beam.

#2: Intervensi George de Kruiff dan Hajo Meyer (19 Maret 1982)

Menyadari tenggat waktu pengiriman ke IBM (8 Juni) akan terlewat, Richard George melakukan tindakan nekat melangkahi atasan langsungnya. Ia menemui Direktur Teknis S&I, George de Kruiff, dan menyatakan proyek dalam bahaya besar.

De Kruiff segera memanggil Steef Wittekoek (Natlab) dan Roel Kramer (Elcoma). Setelah mendengar keluhan George, De Kruiff menelepon Direktur Natlab, Hajo Meyer. Meyer menawarkan solusi radikal yang belum pernah terjadi sebelumnya: mengirim seluruh tim pakar stepper Natlab untuk bekerja langsung di bawah komando S&I guna menyelamatkan proyek tersebut.

#3: "Invasi" Tim Natlab dan Benturan Budaya (23 Maret - Juni 1982)

Pada Selasa, 23 Maret 1982, tim Natlab (termasuk Ad Bouwer, Henk Bartelings, Rob Munnig Schmidt, Jan van der Werf, dan Steef Wittekoek) tiba di gedung S&I. Terjadi benturan budaya yang keras: peneliti Natlab yang biasa bekerja jam 9 pagi dan bebas, berhadapan dengan budaya S&I yang mewajibkan jam 8 pagi dan sistem kode 12NC yang birokratis.

Para peneliti Natlab bersikap seperti "prima donna". Munnig Schmidt secara demonstratif membuang papan sirkuit S&I ke tempat sampah dan menyolder komponen di lantai pabrik dengan pakaian biasa (melanggar aturan jas lab). Namun, keahlian mereka dibutuhkan. Tim gabungan bekerja dalam dua shift selama 16 jam sehari, dengan rapat serah terima ("doa siang") pada pukul 13.30.

#4: Pengiriman ke IBM dan Solusi "Karet Gelang" (1 Juli 1982)

Meskipun melewatkan tenggat waktu 8 Juni, tim berhasil mengirimkan mesin ke IBM Burlington pada 1 Juli 1982. Mesin tersebut sebenarnya belum selesai; tim menggunakan karet gelang pada mekanisme transportasi untuk memasukkan wafer ke dalam stepper agar lolos pengiriman.

Herman van Heek, yang saat itu sudah pindah ke S&I, menginstalasi mesin tersebut di pabrik IBM yang sangat besar dan ketat keamanannya.

#5: Evaluasi IBM: Kritik Estetika dan Lensa (November 1982 - Januari 1983)

Laporan evaluasi IBM keluar pada 1 November 1982, diikuti kunjungan Ger Janssen (pemasaran) ke Burlington pada Januari 1983. Hasilnya campur aduk:

- Positif: Sistem penyelarasan (alignment), dokumentasi, dan keandalan dinilai baik.
- Negatif: Lensa CERCO dinilai buruk (resolusi tidak merata di sudut). Tampilan mesin yang penuh logam mengkilap (shiny metal) dikritik terlihat seperti prototipe amatir; IBM menyarankan bagian dianodisasi hitam. Antarmuka pengguna (user interface) dianggap terlalu rumit untuk operator pabrik.

Rekomendasi: IBM menyarankan Philips mengganti lensa ke Zeiss dan menuntut mesin yang sepenuhnya "kering" (tidak ada kebocoran oli), meskipun mereka tidak menolak sistem hidrolik secara prinsip.

Tim S&I, termasuk Richard George, salah menafsirkan evaluasi ini sebagai kemenangan besar ("Slam dunk"), meyakini IBM akan memesan 30-40 mesin, padahal minat IBM bersifat kondisional.

#6: Penolakan Visi Wim Troost (Pertengahan 1982)

Terinspirasi oleh prospek di IBM, Wim Troost menyusun rencana besar untuk membentuk unit bisnis khusus yang menggabungkan stepper, E-beam, wire bonders, dan mikroskop elektron. Ia memproyeksikan pasar stepper global mencapai 1.000 mesin dengan Philips menguasai 40%.

Namun, proposal ini ditolak mentah-mentah oleh direktur S&I lainnya dan Dewan Eksekutif Philips dengan alasan "tidak cocok" (not a good fit) dan ada penggunaan waktu yang lebih baik. Troost sangat terpukul oleh kurangnya visi rekan-rekannya.

#7: Lobi Ab de Boer dan Rencana Joint Venture (Agustus 1982)

Sementara itu, Direktur Komersial Ab de Boer terus melobi pemerintah. Pada pertemuan dengan Jan Hillege (Kementerian Urusan Ekonomi) tanggal 4 Agustus 1982, De Boer mengajukan proposal baru: Philips akan mencari mitra Amerika untuk Joint Venture guna menembus pasar AS dan Jepang.

De Boer meminta pemerintah menanggung 25% risiko investasi ($25 juta untuk E-beam, $50 juta untuk PAS 2000). Namun, dana pemerintah tak kunjung cair, membuat pengembangan stepper tetap berjalan dengan anggaran minim ("life support").

#8: "Pembelotan" Frans Klaassen dan Motor Listrik Rahasia (Akhir Bab)

Frustrasi dengan suasana depresi di S&I, Frans Klaassen mulai diam-diam bekerja di Natlab setiap hari, meskipun secara resmi digaji S&I. Ia mengambil alih proyek motor linier listrik dari Munnig Schmidt (yang pindah ke divisi lain).

Bersama Henk Bartelings, Klaassen berhasil membuat prototipe meja wafer berbasis tiga motor linier (konfigurasi H) berfungsi sesuai spesifikasi. Meskipun masih berupa rakitan laboratorium (cobbled-together mess), keberhasilan ini membuktikan bahwa masa depan stepper ada pada sistem listrik, bukan hidrolik yang sedang diperjuangkan mati-matian di S&I.

Leave a Comment