The Art of Thinking Clearly
Bab 55
The Problem with Averages
1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: The Problem with Averages (Masalah Rata-Rata).
Konsep Terkait: The Power Law (Hukum Pangkat).
Deskripsi Judul: "Mengapa Tidak Ada Perang yang Rata-Rata" (Why There Is No Such Thing as an Average War).
2. Penjelasan Fallacy
Apa itu The Problem with Averages? Ini adalah kesalahan berpikir di mana kita mengandalkan angka rata-rata (mean) untuk memahami sekumpulan data, padahal distribusi data tersebut tidak merata. Dalam sistem yang kompleks, satu nilai ekstrem (pencilan/outlier) dapat mengubah angka rata-rata secara drastis sehingga angka tersebut menjadi tidak bermakna sama sekali untuk menggambarkan kondisi mayoritas.
Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan demikian karena konsep "Rata-Rata" menjadi bermasalah ketika diterapkan pada distribusi yang mengikuti Power Law (Hukum Pangkat), bukan distribusi normal (kurva lonceng). Contohnya, rata-rata kekayaan di dalam bus akan menjadi miliaran dolar jika Bill Gates naik, tetapi angka itu "bermasalah" karena tidak mencerminkan kekayaan penumpang lainnya sama sekali.
3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Semakin Meningkat)
Alasan: Di dunia modern yang kompleks, fenomena "Bill Gates" semakin sering terjadi (distribusi tidak merata). Mulai dari kekayaan, jumlah kunjungan website, unduhan aplikasi, hingga populasi kota, semuanya didominasi oleh segelintir raksasa sementara sisanya kecil. Menggunakan rata-rata di domain ini menyesatkan.
4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Bus Bill Gates (Kekayaan vs Berat Badan): Jika orang terberat masuk bus, rata-rata berat badan penumpang hanya naik sedikit (4-5%). Distribusinya normal. Tapi jika Bill Gates masuk bus, rata-rata kekayaan penumpang melonjak jadi $1,15 miliar. Satu orang mengubah segalanya. Dalam kasus ini, istilah "rata-rata" menjadi sampah.
- Menyeberang Sungai (Nassim Taleb): "Jangan menyeberangi sungai yang kedalaman rata-ratanya 4 kaki (1,2 meter)." Sungai itu mungkin dangkal di tepian tapi memiliki palung sedalam 6 meter di tengahnya. Anda bisa tenggelam dengan mudah meski "rata-ratanya" dangkal. Rata-rata menyembunyikan distribusi kedalaman yang mematikan.
- Alkohol & Sinar Matahari: Minum segelas anggur setiap hari (rata-rata 1 gelas/hari) itu sehat. Tapi jika Anda tidak minum setahun lalu menenggak 365 gelas sekaligus di tanggal 31 Desember, Anda mati. Secara statistik rata-ratanya sama (1 gelas/hari), tapi dampaknya pada tubuh sangat berbeda.
5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Periksa Distribusi Data: Jika seseorang menyebut kata "rata-rata", berpikirlah dua kali. Coba cari tahu distribusi yang mendasarinya. Apakah kurva lonceng (seperti tinggi badan) atau power law (seperti kekayaan)?.
- Waspada Anomali Ekstrem: Jika satu kasus ekstrem (seperti Bill Gates) dapat mengubah keseluruhan data, maka konsep rata-rata tidak berguna. Abaikan rata-rata tersebut.
- Jangan Terkecoh Gaji Rata-Rata: Jangan menyarankan anak menjadi aktor hanya karena "gaji rata-rata" aktor tinggi. Rata-rata itu ditarik ke atas oleh segelintir bintang Hollywood yang bergaji $10 juta, sementara ribuan aktor lain hidup di bawah garis kemiskinan.