The Medicine Man

ASML's Architects 
Bab 75
The Medicine Man

#1: Zeiss di Tepi Jurang (1993-1994)

Krisis di Zeiss semakin parah. Penggabungan dengan Jerman Timur dan kerugian finansial mengancam menghabiskan cadangan yayasan dalam setahun.

Hermann Franz: Anggota baru dewan yayasan (eks-Siemens) menyarankan tindakan drastis: potong 2.500 pekerjaan untuk menghemat $155 juta.

Der Spiegel: Melaporkan krisis "mengancam nyawa" di Zeiss dan kemungkinan pemecatan CEO Jobst Herrmann. Konsultan (Boston Consulting) membanjiri pabrik Oberkochen dengan fokus tunggal: penghematan.

#2: Dilema Claus Lichtenberg (Pesanan Samsung)

Di tengah perintah pemotongan, ASML mendapatkan pesanan 110 mesin dari Samsung. Ini mimpi buruk bagi Claus Lichtenberg, kepala produksi optik baru.

Perintah Kontradiktif: CEO Herrmann memerintahkan pemotongan staf produksi dari 450 menjadi 150 orang. Namun, pesanan Samsung menuntut produksi lensa naik dari 25 sistem/tahun menjadi 150 sistem/tahun (4.000 lensa!).

Kebutuhan Mustahil: Untuk memenuhi target dengan metode manual ("jari emas"), Lichtenberg butuh 300 pengrajin ahli tambahan—yang tidak mungkin dilatih dalam waktu singkat.

Solusi Otomatisasi: Satu-satunya jalan adalah otomatisasi penuh, tapi CEO Herrmann menolak investasi karena buta terhadap potensi pasar chip. Ia hanya melihat optik semikonduktor sebagai "proyek sampingan".

#3: Tekanan pada Dieter Kurz

Kepala divisi semikonduktor, Dieter Kurz, terjepit di antara dua kekuatan.

Tekanan ASML: Diundang ke rapat manajemen ASML, Kurz terus didesak untuk melipatgandakan output ($25 juta menjadi $70 juta).

Tekanan Internal: Kurz tidak punya wewenang atas Lichtenberg (produksi) dan tidak diberi dana investasi oleh dewan direksi yang menghindari risiko. Ini memicu konflik pahit antara Kurz (butuh barang) dan Lichtenberg (harus potong biaya).

#4: Kedatangan Peter Grassmann (Akhir 1994)

Hermann Franz merekrut Peter Grassmann (kepala divisi medis Siemens) untuk membersihkan kekacauan Zeiss.

Awalnya Menolak: Grassmann menganggap pindah ke Zeiss sebagai penurunan karir dan enggan masuk ke perusahaan yang kacau (dewan direksi mundur massal, komunikasi simpang siur).

Terpesona Sejarah: Ia berubah pikiran setelah membaca sejarah Ernst Abbe dan Carl Zeiss Foundation. Ia terpesona oleh warisan sosial dan reputasi teknis perusahaan ("Universitas Optik").

Mandat Dewan Pekerja: Grassmann setuju menjadi CEO dengan syarat dari Dewan Pekerja: rasa sakit (pemotongan) harus dibagi rata ke semua lapisan, termasuk manajemen.

Reputasi: Media lokal menjulukinya "The Medicine Man to the rescue" karena latar belakang medisnya dan tugasnya menyembuhkan perusahaan yang sakit parah.

#5: Pengalaman Investasi Teknologi

Grassmann membawa pengalaman sukses mengubah divisi CT Scan dan MRI Siemens dari rugi menjadi raksasa miliaran dolar melalui investasi teknologi berani ($90-$200 juta). Ini adalah pola pikir yang sangat dibutuhkan Zeiss: berani berinvestasi untuk tumbuh, bukan sekadar memotong biaya untuk bertahan.

Leave a Comment