ASML's Architects
Bab 31
The First Want Ad
#1: Keraguan Smit akan Talenta Belanda (April 1984)
Setelah cetak biru (blueprint) PAS 2500 siap pada akhir April 1984, Gjalt Smit, Richard George, dan Joop van Kessel menghadapi tugas berat merekrut ratusan insinyur dalam dua tahun.
Smit awalnya skeptis terhadap ketersediaan talenta manufaktur di Belanda. Ia menyebut Belanda sebagai "tanah pedagang" (land of traders), bukan pembuat barang, dan menyarankan untuk merekrut dari Stuttgart, Jerman (pusat mesin teknologi tinggi). Ia mencari pria dengan mental "con coglioni quadrati" (bernyali besar). Namun, George dan Van Kessel menolak ide Jerman karena jarak yang terlalu jauh dan meyakinkan Smit bahwa resesi ekonomi di Belanda justru membuat banyak insinyur berkualitas (dari Philips, Fokker, Old Delft) tersedia.
#2: Strategi Iklan "Gerilya" dan Logo Ilegal (Mei 1984)
Smit menyetujui perekrutan lokal dengan strategi agresif. Pada 11 Mei 1984, iklan lowongan kerja pertama ASML (saat itu masih bernama ALS) muncul di majalah mingguan Intermediair.
Penggunaan Logo: Smit dengan sengaja menggunakan logo Philips berdampingan dengan logo ASM di iklan tersebut, meskipun ia tahu itu tidak diizinkan. Tujuannya adalah meminjam kredibilitas Philips agar pelamar merasa aman (surat dialamatkan ke "c/o Philips Incorporated").
Saluran Telepon: Alih-alih hanya surat, Smit membuka saluran telepon malam hari (pukul 18.00 - 22.00) selama empat hari agar pelamar bisa bertanya langsung kepada manajer senior.
#3: Narasi "Penakluk Dunia"
Isi iklan tersebut dirancang sangat ambisius. ASML mendeskripsikan diri sebagai perusahaan teknologi tinggi yang berencana "menaklukkan industri global".
- Menawarkan keseimbangan antara "improvisasi dan disiplin".
- Menggambarkan stepper sebagai alat unik hasil riset 10 tahun Philips yang mampu mengukir pola dengan presisi tanpa cacat.
- Mencari profesional dengan "mentalitas perintis" (pioneer’s mindset) yang ingin bekerja di garis depan keunggulan global.
#4: Wim Hendriksen Terpikat (Mei 1984)
Wim Hendriksen, seorang insinyur perangkat lunak di Philips Medical, membaca iklan tersebut kepada istrinya. Ia tidak tahu apa itu wafer stepper, namun dua hal menarik perhatiannya:
- Tantangan teknis gabungan (software, optik, mekanik).
- Kalkulasi bisnis: ASML menargetkan pendapatan setengah juta dolar per karyawan. Angka produktivitas ini jauh lebih tinggi daripada di Philips Medical.
Hendriksen menelepon Richard George pada malam berikutnya dan langsung dijadwalkan untuk wawancara. Ia memutuskan: "Saya akan melakukan ini."
#5: Hasil Perekrutan dan Peran Heico Frima (Mei - Juni 1984)
Strategi "nakal" Smit berhasil luar biasa:
- 300 pelamar merespons iklan tersebut.
- Manajemen terkejut dengan tingginya kualitas talenta yang tersedia di pasar Belanda.
- Hampir 100 insinyur direkrut.
Smit mendapat teguran keras dari manajemen Philips karena penyalahgunaan logo, namun ia berpura-pura tidak tahu dan meminta maaf (setelah tujuannya tercapai).
Untuk mengintegrasikan ratusan orang baru ini, Smit menugaskan Heico Frima—satu-satunya karyawan yang berasal dari ASM International—untuk menyusun kursus pelatihan pengantar selama dua minggu agar semua orang paham teknologi stepper.