ASML's Architects
Bab 15
The Electric Wafer Table
#1: Perekrutan oleh "Mata-mata" Kampus (1977)
Pada tahun 1977, Profesor Evert Muijderman dari TU Delft (yang juga pencari bakat Philips) menemukan Rob Munnig Schmidt. Mahasiswa doktoral ini menarik perhatian karena merancang pompa infus portabel sendiri. Rob adalah karakter unik: insinyur presisi yang hobi bermain musik di band dan mengotak-atik elektronik, menggabungkan bakat teknis dengan kecerdasan sosial.
Saat wawancara, Direktur Natlab Hajo Meyer berteriak antusias ("Electronics!") saat tahu hobi Rob. Meyer secara impulsif mengacaukan jadwal wawancara, membatalkan sesi dengan CFT, dan mengirim Rob langsung ke grup optik/elektronik. Rob sendiri terpesona oleh teknologi robotik futuristik di kampus Philips, menggambarkannya kepada istrinya: "Holy cow, it’s fantastic there."
#2: Benturan Budaya dan Mentor "Emas" (Desember 1977)
Rob mulai bekerja pada 1 Desember 1977. Ia ditempatkan sekantor dengan Steef Wittekoek, ilmuwan serius yang statusnya sebagai "peneliti elit" terusik karena harus berbagi ruangan dengan si "pembuat onar" yang banyak bicara.
Rob dibimbing oleh Gerard van Rosmalen, seorang asisten yang sebenarnya adalah penemu otodidak jenius (perekrutannya didasarkan pada gramofon yang ia bangun dari nol). Van Rosmalen menjadi mentor yang mengajarkan trik praktis kepada Rob, mengubah segalanya menjadi "emas".
#3: Bencana Oli dan Inspirasi "Loudspeaker" (Akhir 1970-an)
Tugas awal Rob melibatkan motor hidrolik. Ia segera membenci sistem ini karena bau oli dan risiko kontaminasi. Ketakutannya terbukti saat saluran oli bertekanan 70 bar meledak, menyemprotkan oli ke seluruh ruangan dan memandikan mesin dalam hitungan detik ("rustproofed"). Pembersihan memakan waktu berbulan-bulan.
Kejadian ini memicu ide radikalnya: mengganti hidrolik dengan listrik. Ia menggunakan prinsip pengeras suara (loudspeaker) yang dibalik: magnet permanen bergerak melewati rel elektromagnet, bukan sebaliknya.
#4: Penolakan Pindah ke S&I dan Pertaruhan Karir (Awal 1980)
S&I sedang kacau membangun PAS 2000. Hajo Meyer meminta Rob pindah ke S&I lebih cepat untuk membantu. Rob, yang melihat insinyur S&I mendesain ulang elektronik dari nol dengan buruk, menolak mentah-mentah ("No fucking way"). Ia berani berkata tidak kepada direktur temperamental tersebut, bersikeras ingin menyelesaikan risetnya di Natlab.
Untuk menyelamatkan diri dari mutasi paksa, Rob mempresentasikan sketsa motor linier listriknya kepada bos grupnya, Kees Bulthuis. Bulthuis melihat potensi besar ide tersebut dan melindunginya, mengizinkan Rob tetap di Natlab.
#5: Kegagalan "Mr. Know-It-All" dan Peran Ad Bouwer (Pertengahan 1980)
Rob bekerja sama dengan Ad Bouwer untuk membangun prototipe. Namun, upaya pertamanya gagal total (fiasco). Sebagai insinyur mesin, Rob melakukan kesalahan fatal: ia hanya menghitung gaya Lorentz tetapi mengabaikan resistansi magnetik (reluctance).
Kegagalan ini memukul ego Rob yang sebelumnya sering meremehkan insinyur S&I (seperti Frans Klaassen). Ia menghabiskan liburan musim panasnya untuk belajar kembali. Dengan dukungan dana dari Wittekoek dan pengawasan Bulthuis, ia dan Bouwer memperbaiki desain tersebut.
#6: Sukses Komutasi Elektronik dan Penolakan Paten (1980 - 1981)
Rob menemukan kunci keberhasilan: komutasi elektronik. Ia memisahkan kontrol setiap elektromagnet menggunakan booster terpisah untuk menciptakan gerakan yang sangat mulus tanpa sentakan. Hasilnya adalah motor dengan akselerasi tinggi dan akurasi statis yang presisi.
Meskipun teknologi ini kelak menjadi senjata utama ASML mengalahkan kompetitor dalam hal throughput, Kantor Paten Philips menolak proposal patennya pada 1980 karena dianggap terlalu mirip dengan prinsip yang sudah ada.
#7: Pengakuan dari S&I (Akhir Bab)
Suatu hari, Frans Klaassen dari S&I berkunjung dan melihat demonstrasi motor tersebut. Ia harus mengakui keunggulan Natlab: "That Natlab thing is much better than what I’ve come up with." Namun, sebelum Rob bisa menyelesaikannya sepenuhnya, krisis besar melanda S&I pada awal 1982, yang akan mengubah nasib seluruh proyek.