The Contract from Hell

ASML's Architects 
Bab 20
The Contract from Hell

#1: Euforia ASM vs Realita Philips (Musim Gugur 1983)

Pasca kesepakatan awal, Arthur del Prado dalam kondisi euforia. Pasar semikonduktor sedang booming (permintaan >1.000 mesin/tahun), dan ia mendengar rumor kelemahan di kubu pemimpin pasar, GCA. Ia merekrut Willem de Leeuw (mantan eksekutif Fokker yang awam chip) sebagai CTO ASM.

De Leeuw segera menekan Wim Troost di Philips S&I. Ia menuntut peningkatan produksi drastis menjadi 40 mesin pada 1984. Troost skeptis karena tahu kelemahan rantai pasok (lensa CERCO dan lambatnya pabrik mesin Philips), namun George de Kruiff memerintahkannya untuk tidak ikut campur ("Don’t get involved. They’re the commercial guys").

#2: "Orang Baru" Jacques de Vos dan Memo Kebenaran (April - Oktober 1983)

Pada April 1983, Jan van der Ster (Direktur Divisi S&I) merekrut Jacques de Vos untuk memimpin proyek stepper, mengambil beban dari pundak Troost. De Vos, orang luar yang tidak memiliki beban sejarah, melihat situasi dengan jernih namun brutal.

Dalam memo internal tanggal 13 Oktober 1983, De Vos menyebut target 40 mesin De Leeuw sebagai "kegilaan" (insane). Ia membongkar fakta mengerikan tentang lensa CERCO: dari 16 lensa batch terbaru, hanya 3 yang lolos inspeksi dasar, dan hanya 1 yang memenuhi standar IBM. Kesimpulannya: Nol mesin selesai di 1983, dan maksimal 9 di 1984.

#3: Kompromi Produksi dan Telepon dari Tank (Akhir 1983)

Troost terjepit di antara keraguan pribadinya dan kontrak kerja sama. Keraguannya memuncak saat Del Prado meneleponnya dari Israel dengan latar suara tank, meminta prototipe untuk dipamerkan ke militer Israel (yang tidak punya infrastruktur chip memadai). Troost merasa Del Prado buta akan realitas teknis.

Namun, S&I memutuskan mengambil jalan tengah. Manajer Produksi Joop van Kessel merevisi pesanan komponen dari 10 menjadi 20 mesin (bukan 40), dengan menyertakan "jalur pelarian" (escape route) untuk pembatalan. Troost menandatangani kontrak pemesanan ini pada akhir 1983, dengan biaya yang nantinya akan ditagihkan ke usaha patungan.

#4: Kejatuhan Jacques de Vos (Januari 1984)

Ketegangan memuncak pada Januari 1984. De Vos mendesak pemutusan hubungan dengan CERCO karena kualitas yang buruk, namun Troost dan Ronald Beelaard menolak karena belum ada alternatif pengganti (negosiasi dengan Zeiss masih berjalan).

Gaya manajemen De Vos yang kasar ("seperti banteng di toko keramik") dan keputusannya memindahkan/memecat Beelaard (tokoh kunci teknis) membuat Van der Ster marah. Meskipun analisis De Vos tentang CERCO dan target produksi terbukti benar, ia dipecat di tempat karena dianggap merusak harmoni organisasi.

#5: "Contract from Hell" dan Beban Finansial (Awal 1984)

Departemen keuangan Philips ("bean counters") dan Komite Partisipasi bergerak agresif melindungi aset perusahaan. Harm Mooijweer dari Natlab menyarankan biaya riset tahunan $700.000. Daftar tagihan yang dibebankan ke usaha patungan (JV) sangat panjang, mencakup inventaris tua, material usang, dan 17 mesin PAS 2000 yang belum sempurna.

Troost merasa kontrak ini adalah "kekejian" (abomination) yang akan membuat perusahaan baru "terlalu bangkrut untuk membeli kopi". Philips praktis tidak menyetor uang tunai, hanya barang dan jam kerja, sementara ASM adalah satu-satunya yang menyuntikkan dana segar. Modal awal masing-masing pihak ditetapkan $2,1 juta, angka yang menurut Troost 10 kali lipat terlalu kecil dari kebutuhan pengembangan yang sebenarnya.

#6: Masalah Nama dan Transfer Karyawan (Maret 1984)

Nama awal usaha patungan, ASM Lithographic Systems, memiliki akronim ALS (penyakit mematikan). Atas desakan komite Philips, nama tersebut harus diubah.

Tantangan terakhir adalah memindahkan 47 karyawan (daftar yang disusun Troost) ke perusahaan baru. Hampir tidak ada yang mau pindah ke petualangan berisiko ini. Dewan Pekerja (Works Council) menuntut jaminan keras. Kesepakatan tercapai hanya beberapa hari sebelum tanda tangan kontrak: karyawan mendapat garansi kembali kerja ke Philips selama 4 tahun jika JV gagal.

#7: Penandatanganan Final (9 Maret 1984)

Kontrak final ditandatangani pada 9 Maret 1984.
- Struktur: 50-50 kepemilikan.
- Biaya Riset: JV membayar 1,5% dari pendapatan ke Natlab.
- Kepemimpinan: Troost, meskipun telah mendedikasikan bertahun-tahun untuk stepper, dilewati untuk posisi CEO JV karena manajemen S&I telah kehilangan kepercayaan padanya akibat insiden De Vos dan keraguan berlarut-larutnya.

Leave a Comment