ASML's Architects
Bab 27
The Company from Hell
#1: Perekrutan Martin van den Brink (Akhir 1983 - Maret 1984)
Martin van den Brink, lulusan fisika dari Universitas Twente, melamar ke Philips pada akhir 1983. Tesis masternya tentang "pemanasan distrik" (district heating) sama sekali tidak relevan dengan optik canggih. Namun, kegigihannya menempuh jalur pendidikan dari community college hingga universitas teknis menarik perhatian perekrut.
Awalnya, George de Kruiff menawarinya posisi pengujian perangkat lunak, namun Van den Brink menolak dan berpamitan pada Wim Troost. Troost kemudian menunjukkan brosur PAS 2000 yang memikat minatnya. Van den Brink mulai bekerja pada 1 Maret 1984. Bos barunya, Richard George dan Herman van Heek, awalnya skeptis melihat resume "pemanasan distrik"-nya, namun kontrak sudah ditandatangani.
#2: Perekrutan Frits van Hout (Awal 1984 - Mei 1984)
Frits van Hout, lulusan Oxford dan ETH Zurich, melamar ke Philips karena kagum pada kesuksesan Compact Disc (CD). Saat wawancara, ia bertemu Wim Troost. Suasana yang awalnya kaku mencair ketika Van Hout mengenali alat cryostat di lemari pajangan Troost (alat yang ia gunakan saat riset di Zurich).
Van Hout direkrut untuk bekerja di "perusahaan yang belum bernama". Ia mulai bekerja pada 1 Mei 1984. Kedatangannya diwarnai kekacauan: HR tidak tahu ia harus melapor ke mana, dan bosnya (Van Heek) tidak ada di tempat. Kolega barunya—karyawan lama Philips yang dipindahkan paksa—terkejut mengetahui Van Hout bergabung atas kemauannya sendiri ("You joined out of your own free will?").
#3: Budaya "Neraka" dan Pakta untuk Keluar (Mei - Agustus 1984)
Suasana di ASML sangat buruk (deteriorate). Karyawan lama Philips menghabiskan waktu mengeluh tentang pemindahan paksa, dana pensiun, dan apakah mereka akan tetap mendapatkan "jam tangan emas" setelah 25 tahun masa kerja.
Van den Brink dan Van Hout, dua insinyur muda yang energik, merasa frustrasi karena tidak ada pekerjaan nyata ("farting around"). Mereka sepakat bahwa ASML adalah "The Company from Hell" yang membosankan dan tidak serius. Pada awal Agustus 1984, mereka membuat pakta untuk segera keluar dari perusahaan tersebut.
#4: Konfrontasi Van den Brink dan Intervensi Van Heek (Agustus 1984)
Van den Brink yang blak-blakan menemui Herman van Heek dan menyatakan ingin keluar. Alasannya brutal: "Nothing happens here. There’s fuck-all to do." Ia dikelilingi orang-orang yang hanya mengeluh.
Van Heek, yang menyadari potensi besar Van den Brink (yang cepat menguasai optik dan inspeksi lensa CERCO), mengajaknya bicara di sebuah bangku taman di antara gedung S&I dan rel kereta api. Van Heek menawarkan tantangan: membangun stepper baru yang revolusioner. Ia menawarkan posisi pengembangan sistem penyelarasan (alignment). Van den Brink yang ambisius langsung menyambar tawaran itu dan bahkan meminta tambahan tanggung jawab untuk sistem penanganan reticle (reticle handling).
#5: Syarat Akses Natlab dan Rahasia "Silicon Repeater 3" (Agustus 1984)
Van den Brink mengajukan syarat: ia ingin bekerja satu hari seminggu di Natlab. Ia sadar tidak ada satu pun orang di ASML saat itu yang benar-benar paham cara kerja stepper; pengetahuan itu ada di Natlab pada tokoh-tokoh seperti Ad Bouwer, Gijs Bouwhuis, dan Jan van der Werf.
Van Heek menyetujuinya. Terungkap juga bahwa grup optik Ad Huijser di Natlab sedang diam-diam mengerjakan Silicon Repeater 3 sebagai cadangan (backup) untuk proyek Megachip, karena Philips tidak sepenuhnya percaya pada kemampuan ASML/suplier luar. Van Heek juga mengajak Van den Brink ikut dalam perjalanan negosiasi ke Zeiss di Oberkochen minggu depannya.
#6: Penyelamatan Frits van Hout (Agustus 1984)
Agar tidak kehilangan talenta muda lainnya, Van Heek menawari Frits van Hout posisi sebagai manajer proyek untuk PAS 2000.
Meskipun PAS 2000 adalah mesin tua yang "sekarat", posisi ini strategis karena memberikan Van Hout kursi di Development Committee, badan penasihat teknis terpenting di ASML. Van Hout menerima tawaran tersebut. Keputusan Van Heek di bangku taman ini secara efektif menyelamatkan masa depan teknis ASML dengan mempertahankan dua arsitek utamanya.