Chip War
Bab 47
The 5G Future
#1: Evolusi Perangkat Jaringan (1980-an - Sekarang)
Pada tahun 1980-an, peralihan dari operator manusia ke switch elektronik masih membutuhkan perangkat sebesar lemari untuk mengelola satu gedung. Kini, berkat silikon yang semakin kuat, perangkat berukuran sama mampu memproses panggilan, teks, dan video melalui jaringan radio nirkabel.
Evolusi jaringan "G" (Generasi) pada dasarnya adalah cerita tentang Hukum Moore: 1G adalah telepon mahal, 2G memperkenalkan teks, 3G membawa internet, dan 4G memungkinkan streaming video. Semua ini dimungkinkan karena chip modem dan antena semakin canggih dalam memadatkan lebih banyak digit "1 dan 0" ke dalam spektrum radio yang terbatas dan mahal.
#2: Teknologi di Balik 5G (Akhir 2010-an)
5G bukan sekadar internet yang lebih cepat untuk ponsel, tetapi revolusi komputasi yang didorong oleh semikonduktor canggih.
Salah satu inovasi kuncinya adalah Beamforming: alih-alih memancarkan sinyal ke segala arah (seperti radio mobil) yang boros energi dan menyebabkan interferensi, menara seluler 5G menggunakan chip canggih untuk melacak lokasi perangkat dan "menembakkan" sinyal langsung ke arahnya. Teknologi ini memungkinkan penggunaan spektrum radio baru yang sebelumnya dianggap tidak praktis, serta meningkatkan kepadatan data secara drastis.
#3: Studi Kasus Tesla dan "Internet of Things"
Dampak 5G meluas ke Internet of Things (IoT), di mana mesin kopi hingga robot pabrik akan saling terhubung dan menghasilkan data masif. Tesla adalah contoh utama bagaimana konektivitas mengubah produk lama (mobil) menjadi mesin digital.
Sejak 2014, analis menyamakan Tesla dengan "smartphone berjalan". Sama seperti Apple, Tesla mendesain chip kustomnya sendiri (dipimpin Jim Keller) untuk mengelola fitur otonom dan daya baterai, membuktikan bahwa masa depan otomotif sangat bergantung pada silikon canggih yang terintegrasi dengan jaringan data berkecepatan tinggi.
#4: Dominasi Huawei dalam Infrastruktur 5G (2017)
Pada sekitar tahun 2017, saat operator global mulai membangun jaringan 5G, Huawei muncul sebagai pemimpin pasar yang tak terbantahkan, mengungguli Ericsson (Swedia) dan Nokia (Finlandia) dalam kualitas dan harga.
Meskipun analisis Nikkei Asia menemukan bahwa 30 persen komponen radio Huawei masih berasal dari chip AS (seperti FPGA Lattice dan chip analog TI), prosesor utamanya didesain sendiri oleh unit HiSilicon Huawei (dan diproduksi TSMC). Kemampuan Huawei untuk mendesain "otak" sistem 5G secara mandiri menunjukkan bahwa mereka tidak lagi sekadar perakit, tetapi integrator sistem yang memahami teknologi inti sedalam pesaing Baratnya.
#5: Pergeseran Keseimbangan Kekuatan (Proyeksi ke 2030)
Keberhasilan desain chip Huawei/HiSilicon memberikan sinyal yang mengkhawatirkan bagi Washington. Jika tren akhir 2010-an berlanjut, pada tahun 2030 industri desain chip China diprediksi akan menyaingi pengaruh Silicon Valley di TSMC.
Pergeseran ini bukan hanya masalah bisnis; dominasi China dalam infrastruktur 5G dan desain chip akan mengatur ulang keseimbangan kekuatan militer global, karena teknologi yang sama yang menjalankan jaringan 5G juga akan menjadi tulang punggung sistem pertahanan masa depan.