Sleeper Effect

The Art of Thinking Clearly 
Bab 70
Sleeper Effect

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Sleeper Effect (Efek Tidur / Efek Tertunda).
Deskripsi Judul: "Mengapa Propaganda Itu Efektif" (Why Propaganda Works).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Sleeper Effect? Ini adalah fenomena psikologis di mana pesan yang berasal dari sumber yang tidak dapat dipercaya (seperti propaganda atau iklan) awalnya ditolak, namun menjadi lebih persuasif seiring berjalannya waktu. Awalnya, kita menolak pesan itu karena kita sadar sumbernya bias. Namun, otak kita melupakan sumbernya lebih cepat daripada melupakan isi pesannya. Akibatnya, pesan itu tertinggal di ingatan tanpa label "sumber tidak percaya", sehingga perlahan-lahan kita mulai mempercayainya.

Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan Sleeper Effect oleh psikolog Carl Hovland karena efek persuasinya seolah "tertidur" di awal (saat kita masih ingat sumber buruknya) dan baru "bangun" atau aktif di kemudian hari (saat sumbernya terlupakan). Berbeda dengan argumen biasa yang kekuatannya memudar seperti zat radioaktif, propaganda justru mendapatkan kekuatan seiring waktu.

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Dasar Periklanan & Politik)
Alasan: Efek ini menjelaskan mengapa iklan dan kampanye hitam (smear campaigns) tetap efektif meskipun kita tahu itu iklan/kampanye. Kita merasa pintar bisa membedakan fakta dan iklan saat membacanya, tapi beberapa minggu kemudian, kita tidak bisa lagi membedakan apakah informasi itu berasal dari artikel riset tepercaya atau dari advertorial murahan.

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Propaganda Perang Dunia II: AS membuat film propaganda untuk tentara. Studi menunjukkan film itu awalnya gagal total; tentara tahu itu propaganda dan menolaknya. Namun, 9 minggu kemudian, tentara yang menonton film tersebut menunjukkan dukungan perang yang jauh lebih tinggi. Pesan "perang itu mulia" bertahan, sementara ingatan "ini film propaganda pemerintah" memudar.

- Iklan Serangan Politik (Kampanye Hitam): Politisi membuat iklan jahat menyerang lawan. Di akhir iklan, ada pengungkapan sponsor (wajib hukum). Penonton tahu itu iklan bias. Namun, bagi pemilih yang belum memutuskan (undecided voters), efeknya bekerja lambat. Pesan buruk tentang lawan diingat, tapi fakta bahwa itu dibayar oleh musuh dilupakan.

- Iklan vs Artikel: Anda membaca info tentang manfaat terapi gen. Awalnya Anda tahu itu dari brosur iklan obat. Berminggu-minggu kemudian, Anda ingat manfaatnya tapi lupa sumbernya, sehingga Anda menganggapnya sebagai fakta medis yang valid, bukan klaim penjualan.

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Jangan Terima Nasihat Tak Diminta: Hindari menerima nasihat yang tidak Anda minta (unsolicited advice), meskipun terdengar baik. Ini melindungi Anda dari manipulasi awal.

- Hindari Sumber Penuh Iklan: Jauhi sumber informasi yang terkontaminasi iklan. Bersyukurlah buku (masih) bebas iklan. Semakin bersih sumbernya, semakin kecil risiko sleeper effect.

- Selidiki Sumbernya (Cui Bono?): Cobalah selalu mengingat dari mana argumen itu berasal. Tanyakan seperti detektif: Cui bono? (Siapa yang diuntungkan?). Jika Anda tahu siapa yang untung, Anda bisa menjaga skeptisisme Anda tetap hidup.

Leave a Comment