The Art of Thinking Clearly
Bab 27
Scarcity Error
1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Scarcity Error (Kesesatan Kelangkaan).
Alias Lain: Reactance (Reaktansi), The Romeo and Juliet Effect (Efek Romeo dan Juliet).
Pepatah Latin: Rara sunt cara (Jarang itu berharga).
Deskripsi Judul: "Mengapa Kue Terakhir di Toples Membuat Air Liur Anda Menetes" (Why the Last Cookie in the Jar Makes Your Mouth Water).
2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Scarcity Error? Ini adalah kesalahan berpikir di mana kita menilai sesuatu menjadi lebih menarik atau berharga semata-mata karena jumlahnya sedikit, langka, atau ketersediaannya terbatas. Respons khas terhadap kelangkaan adalah hilangnya kemampuan berpikir jernih (lapse in clear thinking); kita jadi ingin memilikinya bukan karena butuh, tapi karena takut kehabisan.
Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan Scarcity Error karena kesalahan penilaian ini bersumber dari faktor kelangkaan (scarcity/shortage of supply). Kita secara otomatis mengasosiasikan "langka" dengan "berharga" (rara sunt cara). Fenomena terkait yang disebut Reactance dinamakan demikian karena jiwa kita "bereaksi" (reacts) menentang pembatasan: ketika opsi kita diambil (dibuat langka/dilarang), kita menganggap opsi itu jauh lebih menarik sebagai bentuk perlawanan (act of defiance).
3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Setua Umat Manusia)
Alasan: Artikel menyebutkan bahwa fenomena ini "setua umat manusia" (as old as mankind). Ini memengaruhi semua usia, mulai dari anak-anak yang berebut kelereng hingga orang dewasa yang berebut akun email atau properti. Galeri seni, iklan ("hanya hari ini"), dan kolektor barang antik semuanya mengeksploitasi celah psikologis ini.
4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Eksperimen Kue & Kelereng: Dalam eksperimen, kue dinilai lebih enak oleh kelompok yang hanya diberi 2 kue dibandingkan kelompok yang diberi satu kotak penuh, padahal kuenya sama. Begitu juga anak-anak yang berkelahi memperebutkan satu kelereng biru hanya karena itu satu-satunya yang berwarna biru, meskipun kelereng lain ukurannya sama dan berkilau.
- Taktik "Dokter dari London" (Properti): Agen real estat sering berbohong kepada calon pembeli yang ragu dengan mengatakan: "Ada dokter dari London melihat tanah ini kemarin dan sangat berminat." Keberadaan saingan (fiktif) ini menciptakan ilusi kelangkaan pasokan, membuat pembeli panik dan segera menutup kesepakatan, mengabaikan penilaian objektif harga tanah tersebut.
- Efek Romeo & Juliet (Barang Terlarang): Di AS, pesta mahasiswa sering dipenuhi remaja yang mabuk parah justru karena minum alkohol dilarang bagi mereka yang di bawah 21 tahun. Larangan tersebut menciptakan kelangkaan akses, yang memicu reactance (perlawanan) dan membuat alkohol terasa jauh lebih menarik (yearning). Cinta Romeo dan Juliet begitu kuat justru karena dilarang.
5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Abaikan Ketersediaan: Nilailah produk dan jasa semata-mata berdasarkan harga dan manfaatnya (price and benefits).
- Abaikan Trik Marketing: Jangan terpengaruh oleh tulisan "selama persediaan masih ada", "hanya hari ini", atau titik merah "terjual" di galeri seni. Itu semua hanya pengalihan isu (side issues).
- Lupakan "Dokter dari London": Saat membeli sesuatu, jangan pedulikan apakah barang itu cepat habis atau apakah ada "dokter dari London" yang berminat. Fokus pada apakah Anda benar-benar menginginkan barang tersebut dengan harga yang ditawarkan.