The Art of Thinking Clearly
Bab 83
Salience Effect
1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Salience Effect (Efek Salience / Efek Mencolok).
Deskripsi Judul: "How Eye-Catching Details Render Us Blind" (Bagaimana Detail yang Mencolok Membuat Kita Buta).
2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Salience Effect? Ini adalah bias kognitif di mana perhatian kita tersedot sepenuhnya oleh fitur yang paling mencolok (salient), menonjol, atau aneh dari seseorang atau situasi, sehingga kita mengabaikan faktor-faktor lain yang mungkin lebih relevan namun tersembunyi. Kita memberikan bobot berlebihan pada apa yang "terlihat", dan melupakan statistik atau konteks yang "tidak terlihat".
Mengapa dinamakan demikian? Berasal dari kata Salience (keterlihatan/kejelasan). Fitur yang salient adalah fitur yang melompat keluar dan menangkap mata kita. Efek ini dinamakan demikian karena fitur yang mencolok tersebut mendistorsi cara kita menafsirkan penyebab suatu kejadian (atribusi kausalitas) dan memprediksi masa depan.
3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Akar Prasangka & Sensasionalisme)
Alasan: Otak kita diprogram untuk mendeteksi kontras dan kebaruan. Media massa hidup dari efek ini (berita sensasional). Ini juga merupakan mekanisme utama pembentukan stereotip dan rasisme: kita mengingat minoritas yang melakukan kejahatan karena "minoritas"-nya mencolok, sementara kita melupakan mayoritas yang taat hukum.
4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Kecelakaan & Ganja: Seorang jurnalis melihat kecelakaan mobil. Polisi menemukan ganja di mobil. Jurnalis membuat judul: "Ganja Membunuh Pengendara Lain". Padahal, mungkin sopirnya mengantuk atau jalan licin, dan ganja itu hanya kebetulan ada di sana (korelasi nol). Namun, karena isu ganja sedang hot (mencolok), itu dianggap sebagai penyebab utama.
- Kejahatan & Etnisitas: Jika dua orang Nigeria merampok bank, atau seorang Armenia melakukan kejahatan, orang cenderung menyalahkan etnisitas mereka ("Imigran berulah lagi"). Etnisitas mereka adalah fitur yang mencolok (salient) dibandingkan penduduk lokal. Kita mengabaikan fakta bahwa mayoritas imigran taat hukum, karena perilaku taat hukum tidak mencolok.
- Promosi CEO Wanita: Saat perusahaan besar mempromosikan wanita menjadi CEO, komentator sering berasumsi dia dipilih karena dia wanita (tindakan afirmatif/tokenisme), mengabaikan prestasi kerjanya. Jenis kelaminnya adalah fitur yang paling menonjol di dunia bisnis yang didominasi pria, sehingga itu dianggap sebagai satu-satunya alasan promosi.
5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Lawan Penjelasan yang "Jelas": Jika penjelasan suatu kesuksesan atau kegagalan terasa sangat jelas dan mencolok (misal: "Buku ini laris karena sampulnya merah menyala"), berhentilah sejenak. Itu mungkin hanya Salience Effect.
- Cari Faktor Tersembunyi: Abaikan yang mencolok dan cari faktor yang lambat berkembang, membosankan, atau tersembunyi. Faktor-faktor ini seringkali memegang peran kausalitas yang lebih besar daripada drama yang terlihat di permukaan.
- Fokus pada Base Rate (Statistik Dasar): Dalam investasi atau berita kriminal, jangan terpaku pada berita sensasional (CEO dipecat, kasus viral). Lihatlah tren jangka panjang dan data statistik yang "membosankan" namun akurat.