Running on Goodwill

ASML's Architects 
Bab 68
Running on Goodwill

#1: Akrobat Keuangan Harian (Awal 90-an)

Selama dekade pertamanya, ASML hanya untung sekali (1989). Sisanya adalah perjuangan "mengais tong sampah" (scraping the barrel).

Prioritas Pembayaran: Setiap minggu, tim keuangan (Eef Heijmans dan Theo Bartraij) harus memilih siapa yang dibayar dengan sisa uang receh. Urutannya:

- Coret pembayaran ke Philips, ASM, dan Fico.
- Bayar pemasok kecil dan pembuat alat lokal di Eindhoven agar mereka bisa menggaji karyawan.

Kebohongan Putih: Saat auditor (Touche/Deloitte) mendesak penghapusan persediaan usang, CFO Gerard Verdonschot selalu berbohong ("Kami masih bisa menjual semua itu") untuk menjaga nilai aset di buku.

#2: Tali Penyelamat Amerika: Comdisco

Saat Philips dan Bank NMB menolak memberi pinjaman lagi, Dick Aurelio menemukan penyelamat di AS: Comdisco.

Leasing Kreatif: Comdisco menyewakan aset modal, bahkan menerima prototipe R&D sebagai jaminan. ASML mendapatkan sertifikat karena menembus kontrak leasing $100 juta.

Trik Neraca: Tim keuangan melakukan akrobat akhir tahun: menggunakan pembayaran pelanggan untuk melunasi leasing sementara agar angka utang di laporan tahunan terlihat kecil, lalu meminjam lagi setelah tahun baru.

#3: Proyek IBM & RMS (Reticle Management System)

ASML meminta pelanggan membayar di muka (pre-financing) untuk pengembangan fitur baru.

Kasus IBM: IBM mendanai pengembangan RMS (sistem penggantian masker otomatis) untuk proyek mainframe mereka. Meskipun IBM akhirnya membatalkan proyek mainframe-nya (beralih ke CMOS), fitur RMS ini menjadi standar di semua mesin PAS 5500 dan meningkatkan performa secara signifikan.

#4: Kontraktor yang Terlalu Baik (Chris van Kasteren)

Kisah paling ekstrem tentang goodwill adalah pembangunan pabrik baru untuk PAS 5500.

Membangun Tanpa Uang: Verdonschot meminta kontraktor lokal, Chris van Kasteren, membangun pabrik tanpa uang muka dan tanpa janji kapan dibayar, hanya dengan janji lisan akan mencari investor nanti.

Risiko Pribadi: Van Kasteren membangun menggunakan kredit pribadinya sendiri, menghabiskan puluhan juta gulden.

Intervensi Istri: Pembangunan baru berhenti saat Van Kasteren memanggil Bartraij ke dapur rumahnya, menggorengkan telur, dan berkata: "Riek (istrinya) bilang ini harus berhenti." Istrinya tidak tahan lagi menanggung beban utang ASML. Verdonschot akhirnya dipaksa mencari bank untuk mengambil alih pembiayaan.

Analisis Tambahan

Bab ini menunjukkan bahwa kelangsungan hidup ASML bukan hanya prestasi teknologi, tapi juga hasil dari ekosistem lokal Eindhoven yang saling percaya (kontraktor yang mau dibayar nanti) dan keberanian finansial yang mendekati nekat. Tanpa "kebaikan hati" ini, ASML pasti sudah bangkrut sebelum PAS 5500 selesai.

Leave a Comment