Primacy and Recency Effects

The Art of Thinking Clearly 
Bab 73
Primacy and Recency Effects

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Primacy and Recency Effects (Efek Primasi dan Efek Kebaruan/Resensi).
Deskripsi Judul: "Mengapa Kesan Pertama Itu Menipu" (Why First Impressions Deceive).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Primacy dan Recency Effects? Ini adalah bias kognitif yang berkaitan dengan bagaimana urutan penyajian informasi memengaruhi persepsi dan ingatan kita.
* Primacy Effect: Informasi yang datang pertama memiliki bobot lebih besar dan menetapkan kesan keseluruhan ("Kesan pertama menggoda").
* Recency Effect: Informasi yang datang terakhir (paling baru) lebih mudah diingat karena masih segar dalam memori jangka pendek. Akibatnya, informasi yang berada di "tengah-tengah" sering kali memiliki pengaruh yang paling lemah atau terlupakan.

Kapan masing-masing mendominasi?
- Jika keputusan harus dibuat segera setelah serangkaian impresi, Primacy Effect lebih kuat (kesan awal mendominasi).
- Jika ada jeda waktu setelah impresi sebelum keputusan dibuat, Recency Effect lebih kuat (ingatan terakhir mendominasi).

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Dasar Interaksi Sosial)
Alasan: Efek ini memengaruhi segalanya, mulai dari desain lobi kantor (agar terlihat mewah di awal), cara pengacara berpakaian (sepatu mengkilap), hingga dinamika rapat dewan direksi. Kesan pertama dan terakhir mendominasi penilaian kita terhadap orang dan situasi.

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Alan vs Ben (Daftar Sifat):
* Alan: Cerdas, rajin, impulsif, kritis, keras kepala, cemburu.
* Ben: Cemburu, keras kepala, kritis, impulsif, rajin, cerdas.
Mayoritas orang lebih suka Alan, padahal daftarnya sama persis. Otak terfokus pada kata pertama ("Cerdas" vs "Cemburu"). Sifat awal Alan yang positif menutupi sifat buruknya di belakang (Primacy Effect).

- Penilaian Ujian (Daniel Kahneman): Saat mengoreksi ujian, jika murid menjawab pertanyaan pertama dengan sempurna, Kahneman cenderung memberi nilai lebih baik pada pertanyaan-pertanyaan berikutnya (bias positif). Sebaliknya, jika jawaban awal buruk, penilaian selanjutnya ikut terpengaruh negatif. Solusinya: Koreksi per nomor soal untuk semua murid, bukan per murid.

- Rapat Dewan Direksi: Dalam diskusi, pendapat pertama yang diutarakan sangat krusial karena menjadi jangkar bagi penilaian selanjutnya (Primacy). Jika Anda ingin memengaruhi rapat, bicaralah pertama kali. Jika Anda ketua rapat yang ingin adil, acaklah urutan bicara anggota.

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Nilai Bagian "Tengah": Sadarilah bahwa kesan awal dan akhir menipu. Bagian tengah sering kali diabaikan. Dalam wawancara kerja, penulis mencatat skor setiap 5 menit dan merata-ratakannya di akhir. Ini memastikan performa kandidat di pertengahan wawancara dinilai setara dengan saat "halo" dan "pamit".

- Ubah Metode Penilaian: Jika merekrut karyawan atau menilai ujian, jangan menilai satu orang dari awal sampai akhir sekaligus. Bandingkan semua kandidat untuk satu pertanyaan/kriteria dulu, baru lanjut ke kriteria berikutnya, untuk menetralisir efek urutan.

- Manfaatkan Urutan: Jika Anda harus presentasi dan keputusan diambil langsung, tampilkan poin terkuat di awal (Primacy). Jika keputusan diambil minggu depan, pastikan penutup/punchline Anda sangat kuat (Recency).

Leave a Comment