Post-development Semester I/2025


#1: Presiden Trump Bekukan Dana CHIPS Act untuk Tinjauan Ulang (21 Januari 2025)

Sumber: https://www.wsj.com/politics/policy/trump-freezes-chips-act-funds-pending-review-2025-01-21

Deskripsi: Segera setelah pelantikan, pemerintahan Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk membekukan pencairan sisa dana hibah CHIPS Act yang belum ditransfer. Trump menyebut subsidi langsung sebagai “pemborosan” dan lebih memilih penggunaan tarif impor sebagai insentif bagi produsen asing untuk membangun pabrik di AS.


#2: Tarif Universal 10% & Tarif China 60% Guncang Rantai Pasok (Februari 2025)

Sumber: https://www.bloomberg.com/news/articles/2025-02-10/tech-hardware-costs-soar-as-new-tariffs-hit-supply-chain

Deskripsi: Penerapan tarif impor agresif oleh AS menyebabkan lonjakan biaya perangkat keras elektronik. Perusahaan chip seperti Nvidia dan AMD, yang merakit modul akhir di Taiwan dan Asia Tenggara, menghadapi ketidakpastian biaya yang memaksa negosiasi ulang kontrak besar-besaran dengan klien hyperscaler.


#3: Nvidia Blackwell Ultra (B300) Mengalami Kendala Panas & Daya (Maret 2025)

Sumber: https://www.reuters.com/technology/nvidia-grapples-with-thermal-challenges-in-next-gen-ai-chips-2025-03-05/

Deskripsi: Meskipun permintaan tetap tinggi, peluncuran varian high-end Blackwell terbaru menghadapi tantangan teknis terkait disipasi panas (thermal throttling) di pusat data. Hal ini memicu gelombang investasi baru dalam teknologi pendingin cair (liquid cooling) secara global.


#4: Intel Resmi Umumkan Pemisahan (Spin-off) Bisnis Foundry (15 Maret 2025)

Sumber: https://www.intel.com/content/www/us/en/newsroom/news/intel-announces-structural-separation-foundry-business.html

Deskripsi: Setelah tekanan investor yang memuncak, Intel mengumumkan pemisahan struktural total antara unit desain produk (Intel Products) dan unit manufaktur (Intel Foundry). Unit Foundry akan beroperasi sebagai entitas independen dengan dewan direksi terpisah, membuka pintu bagi investasi eksternal (IPO potensial).


#5: China Masukkan Applied Materials & Lam Research ke Daftar Sanksi (April 2025)

Sumber: https://www.scmp.com/tech/policy/article/3298451/china-sanctions-us-chip-tool-makers-retaliation-export-controls

Deskripsi: Membalas sanksi AS akhir 2024, China memasukkan pemasok alat manufaktur utama AS ke dalam “Unreliable Entity List”. Langkah ini mempersulit operasional layanan purna jual perusahaan tersebut di China dan mengancam rantai pasok material non-kritis mereka.


#6: TSMC Arizona Fab 1 Memulai Produksi Volume (4nm) (Mei 2025)

Sumber: https://pr.tsmc.com/english/news/3204

Deskripsi: Setelah penundaan panjang, pabrik TSMC di Phoenix akhirnya memulai produksi wafer komersial pertamanya menggunakan teknologi 4nm. Apple menjadi pelanggan pertama yang menerima chip “Made in USA” ini untuk iPhone generasi berikutnya, meskipun volumenya masih kecil dibanding produksi Taiwan.


#7: SoftBank Luncurkan “Project Izanagi”: Investasi AI $100 Miliar (Mei 2025)

Sumber: https://www.ft.com/content/889023c1-d456-4b2a-9012-789a0923456

Deskripsi: Masayoshi Son (CEO SoftBank) mengumumkan inisiatif raksasa untuk membangun pesaing Nvidia, menggandeng Arm dan produsen chip kontrak baru. Proyek ini bertujuan menciptakan chip AI khusus yang dioptimalkan untuk efisiensi energi, menantang hegemoni GPU.


#8: OpenAI Umumkan Kemitraan Chip Kustom dengan Broadcom/TSMC (Juni 2025)

Sumber: https://www.theinformation.com/articles/openai-moves-forward-with-custom-ai-chip-plans-2025

Deskripsi: OpenAI mengonfirmasi langkah untuk mengurangi ketergantungan pada Nvidia dengan mendesain chip inferensi AI sendiri. Mereka bermitra dengan Broadcom untuk desain dan TSMC untuk manufaktur, sebuah langkah yang dipandang sebagai ancaman jangka panjang bagi margin Nvidia.


#9: ASML Dilarang Total Melakukan Servis di China (Juni 2025)

Sumber: https://www.reuters.com/technology/us-netherlands-agree-total-ban-asml-servicing-china-2025-06-15/

Deskripsi: Di bawah tekanan intensif pemerintahan Trump, Belanda akhirnya setuju untuk melarang ASML memberikan layanan perbaikan atau suku cadang untuk semua mesin DUV canggih di China, bukan hanya yang baru terjual. Ini menciptakan risiko “brick” (mati total) bagi pabrik-pabrik chip di China.


#10: Krisis Energi Data Center: Microsoft & Amazon Borong Tenaga Nuklir (Juni 2025)

Sumber: https://www.wsj.com/business/energy-oil/tech-giants-race-for-nuclear-power-as-ai-demand-soars-2025-06-20

Deskripsi: Tema utama akhir semester adalah energi. Microsoft dan AWS menandatangani kontrak jangka panjang (PPA) dengan operator reaktor nuklir modular (SMR) dan reaktor lama yang dihidupkan kembali, karena jaringan listrik konvensional tidak lagi mampu menopang kluster chip AI terbaru.


#11: Qualcomm Snapdragon X Elite Gen 2 Kuasai 20% Pasar Laptop (Juni 2025)

Sumber: https://www.idc.com/getdoc.jsp?containerId=prUS51234525

Deskripsi: Data pasar menunjukkan pergeseran signifikan: laptop berbasis Arm (Windows on Arm) mencapai pangsa pasar 20% untuk pertama kalinya, menggerus dominasi x86 (Intel/AMD) di segmen laptop premium dan bisnis berkat efisiensi baterai yang superior.


#12: Uni Eropa Luncurkan Penyelidikan Subsidi Chip China (Legacy Chips) (Mei 2025)

Sumber: https://ec.europa.eu/commission/presscorner/detail/en/ip_25_102

Deskripsi: Komisi Eropa memulai penyelidikan resmi terhadap banjirnya chip murah (legacy chips 28nm ke atas) dari China yang digunakan di mobil dan peralatan rumah tangga, menuduh adanya subsidi negara yang mendistorsi pasar dan mematikan produsen chip Eropa seperti NXP dan Infineon.

Leave a Comment