The Art of Thinking Clearly
Bab 15
Overconfidence Effect
1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Overconfidence Effect (Efek Kepercayaan Diri Berlebih).
Deskripsi Judul: "Mengapa Anda Secara Sistematis Melebih-lebihkan Pengetahuan dan Kemampuan Anda" (Why You Systematically Overestimate Your Knowledge and Abilities).
2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Overconfidence Effect? Ini adalah fenomena di mana kita secara sistematis melebih-lebihkan pengetahuan dan kemampuan kita untuk memprediksi sesuatu dalam skala besar. Efek ini mengukur kesenjangan antara apa yang sebenarnya orang ketahui dan apa yang mereka pikir mereka ketahui. Mengejutkannya, para ahli justru lebih rentan menderita efek ini dibandingkan orang awam; mereka mungkin sama salahnya, tetapi mereka jauh lebih yakin dengan jawaban mereka.
Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan Overconfidence karena tingkat keyakinan (konfidensi) kita jauh lebih tinggi daripada akurasi kita yang sebenarnya. Dalam eksperimen, ketika orang diminta membuat estimasi dengan tingkat keyakinan 98% (hanya boleh salah 2%), hasilnya mereka justru salah sebanyak 40%. Ini menunjukkan kepercayaan diri yang "berlebihan" dan tidak berdasar pada realitas.
3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Bawaan Lahir)
Alasan: Artikel menyatakan bahwa sifat ini "murni dan bawaan" (raw and innate) serta tidak didorong oleh insentif semata. Efek ini menjangkiti semua orang: pria (lebih parah dari wanita), pengusaha, akademisi, bahkan mereka yang mengaku pesimis. Tidak ada efek sebaliknya (underconfidence); manusia secara alami terprogram untuk terlalu percaya diri.
4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Ilusi "Di Atas Rata-rata" (Pengemudi & Kekasih): Secara statistik, "rata-rata" berarti 50% di atas dan 50% di bawah. Namun, survei menunjukkan 84% pria Prancis merasa mereka adalah kekasih di atas rata-rata. Begitu juga 93% mahasiswa AS meyakini mereka adalah pengemudi di atas rata-rata. Secara matematika ini mustahil, tetapi ego kita meyakini sebaliknya.
- Proyek Konstruksi & Bisnis: Hampir tidak ada proyek besar (seperti Gedung Opera Sydney atau Airbus A400M) yang selesai tepat waktu dan sesuai anggaran; penundaan dan pembengkakan biaya sudah melegenda. Di dunia bisnis, setiap pemilik restoran baru yakin mereka akan sukses besar, padahal statistik menunjukkan mayoritas restoran tutup dalam 3 tahun.
- Prediksi Pakar: Jika diminta memprediksi harga minyak 5 tahun ke depan, seorang profesor ekonomi mungkin sama tidak akuratnya dengan seorang penjaga kebun binatang. Bedanya, sang profesor akan memberikan prediksinya dengan kepastian yang tinggi (certitude), sementara orang awam mungkin ragu-ragu.
5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Skeptis Terhadap Prediksi: Bersikaplah skeptis terhadap semua prediksi, terutama jika itu datang dari orang-orang yang disebut "ahli".
- Gunakan Skenario Pesimis: Dalam menyusun rencana apa pun, selalu gunakan skenario pesimis sebagai pegangan. Cara ini memberi Anda peluang untuk menilai situasi secara lebih realistis.
- Sadari Keterbatasan Diri: Sadarilah bahwa Anda memiliki kecenderungan alami untuk melebih-lebihkan pengetahuan Anda. (Sebagai catatan penutup: Johann Sebastian Bach mengarang 1.127 karya yang bertahan hingga hari ini).