ASML's Architects
Bab 69
No-Brainer
#1: Kembalinya Henk Bodt & Operasi Centurion (1990)
Philips berada di tepi jurang. CEO baru, Jan Timmer (dikenal sebagai penyelamat Philips), memanggil kembali Henk Bodt dari Océ untuk membereskan divisi Komponen & Chip.
Operasi Centurion: Timmer dan Bodt melakukan pembersihan brutal. Proyek Megachip dihentikan, 1 dari 5 pekerjaan dipangkas.
Nasib ASML: ASML berkinerja buruk dan bukan bisnis inti. Secara finansial, Philips ingin membuangnya. Namun, saat Bodt mengunjungi Veldhoven, ia melihat potensi: kru yang energik dan tidak berpolitik, kontras dengan budaya Philips yang kaku. Bodt dan Timmer sepakat: ASML harus dilepas, tapi dengan cara yang masuk akal (dijual ke investor), bukan sekadar dimatikan.
#2: Mencapai Dasar Jurang (Musim Semi 1992)
Upaya mencari investor gagal total. Tidak ada bank yang mau menyentuh bisnis litografi yang berisiko.
Kebangkrutan: Kredit pemerintah $19 juta sudah habis. Pada musim semi 1992, ASML benar-benar kehabisan uang tunai untuk membayar gaji.
Saran M&A: Departemen Merger & Akuisisi Philips menyarankan agar ASML ditutup saja.
#3: Pertemuan 15 Mei 1992 (The No-Brainer)
Bodt, Maris, dan Verdonschot menghadap Jan Timmer di markas besar Philips.
Argumen Bodt: Menutup ASML akan merugikan Philips $100 - $200 juta (pesangon dan kontrak layanan). Sementara itu, pasar mulai pulih dan PAS 5500 sudah banyak dipesan (kapasitas tahun itu hampir habis terjual).
Logika: Menjaga ASML tetap hidup jauh lebih murah daripada menutupnya. Ini adalah keputusan yang tidak perlu pikir panjang (no-brainer).
Kartu Truf Marsh: Direktur Penjualan Doug Marsh menambahkan bahwa NEC (Jepang) sedang mengevaluasi mesin mereka, membuktikan daya tarik global produk tersebut.
#4: Ultimatum Timmer: $21 Juta atau Mati
Jan Timmer, dengan bretel (suspenders) khasnya, bertanya langsung pada intinya.
Pertanyaan: "Berapa waktu yang kalian butuhkan?" dan "Berapa uang yang kalian butuhkan?"
Jawaban Verdonschot: 9 bulan dan $21 juta (untuk gaji 3 kuartal ke depan).
Kesepakatan: Timmer setuju memberikan uang tersebut dengan syarat: potong biaya operasional.
Ancaman: Timmer memberikan ultimatum: "Bisakah kita sepakat bahwa kita akan menutup tempat ini jika tidak membaik dalam setahun?" Mereka bersalaman menyetujui kesepakatan hidup-mati ini.
#5: Nafas Terakhir di ICU
ASML selamat untuk sementara waktu.
Pengumuman Maris: Maris mengirim surat ke seluruh karyawan bahwa Philips memberikan bantuan sementara sampai ASML bisa mandiri.
Target Keras: Mereka harus mengirim 60 mesin pada tahun 1992.
Koleksi Kas: Masalah teknis di pabrik pelanggan harus segera dibereskan agar tagihan bisa ditagih secepatnya. ASML berada di "ICU" dengan infus yang hanya cukup untuk 9 bulan.