News Illusion

The Art of Thinking Clearly 
Bab 99
News Illusion

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: News Illusion (Ilusi Berita).
Deskripsi Judul: "Why You Shouldn’t Read The News" (Mengapa Anda Tidak Seharusnya Membaca Berita).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu News Illusion? Ini adalah keyakinan keliru bahwa mengonsumsi berita setiap hari membuat kita lebih kompeten, berpengetahuan, dan mampu membuat keputusan yang lebih baik. Faktanya, berita sering kali tidak relevan, membuang waktu, dan mendistorsi pemahaman kita tentang realitas.

Mengapa dinamakan demikian? Disebut Illusi karena kita merasa "tahu banyak", padahal kita hanya mengetahui remah-remah informasi yang dangkal. Dobelli menganalogikan berita bagi pikiran seperti gula bagi tubuh: menarik, mudah dicerna, tetapi sangat merusak dalam jangka panjang. Industri berita beroperasi dengan menjual perhatian kita ke pengiklan, sehingga mereka memfilter hal-hal yang rumit/mendalam dan hanya menyajikan hal-hal yang sensasional/skandal yang merangsang emosi sesaat tapi tidak menambah wawasan.

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Adiksi Modern)
Alasan: Kita hidup dalam masyarakat yang terobsesi informasi. Kita merasa cemas jika ketinggalan berita (FOMO), padahal sebagian besar informasi itu tidak memiliki dampak nyata pada kehidupan pribadi atau profesional kita.

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

- Uji Relevansi (10.000 Berita): Cobalah ingat 10.000 potong berita yang Anda baca dalam setahun terakhir (sekitar 30 per hari). Sebutkan satu saja yang membuat Anda mengambil keputusan yang lebih baik dalam hidup, karier, atau bisnis Anda. Hampir tidak ada orang yang bisa menyebutkannya. Jika berita itu berguna, jurnalis seharusnya menjadi orang terkaya di dunia, tapi nyatanya tidak.

- Kalkulasi Serangan Mumbai (Produktivitas): Teroris membunuh 200 orang di Mumbai. Jika 1 miliar orang menghabiskan 1 jam menonton berita tentang itu, total waktu yang terbuang adalah 1 miliar jam. Jika dikonversi ke jam kerja manusia, itu setara dengan 2.000 umur manusia. Konsumsi berita membuang lebih banyak "kehidupan" daripada serangan teroris itu sendiri.

- Peta Risiko yang Terdistorsi: Karena berita fokus pada kejadian visual dan mengejutkan (pesawat jatuh, serangan hiu, terorisme), kita berjalan dengan peta risiko yang salah. Kita takut pada terorisme tapi mengabaikan risiko stres kronis atau penyakit jantung yang tidak "berita-banget" (newsworthy) tapi lebih mematikan.

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini

- Berhenti Total (Cold Turkey): Hapus aplikasi berita, jual TV, batalkan langganan koran. Jangan takut ketinggalan. Informasi yang benar-benar penting (perang, bencana besar di kota Anda) akan sampai ke telinga Anda melalui teman atau keluarga (filter sosial).

- Baca Buku dan Artikel Panjang: Ganti camilan berita (gula) dengan makanan bergizi: buku-buku mendalam dan artikel analisis panjang yang menjelaskan konteks dan penyebab, bukan sekadar kejadian sekilas.

- Sadar Biaya Peluang: Ingatlah bahwa waktu yang Anda habiskan untuk membaca gosip selebriti atau skandal politik di negara asing adalah waktu yang hilang untuk bekerja, berpikir jernih, atau menikmati hidup nyata.

Leave a Comment