Liking Bias

The Art of Thinking Clearly 
Bab 22
Liking Bias

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Liking Bias (Bias Kesukaan / Bias Simpati).
Deskripsi Judul: "Kamu Menyukaiku, Kamu Benar-Benar Menyukaiku" (You Like Me, You Really Really Like Me).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Liking Bias? Ini adalah kecenderungan psikologis yang sangat sederhana namun kuat: semakin kita menyukai seseorang, semakin besar kemungkinan kita untuk membeli dari mereka atau membantu mereka. Riset menunjukkan kita menganggap orang menyenangkan (dan akhirnya menyukainya) jika memenuhi salah satu dari tiga faktor: A) Fisik mereka menarik, B) Mereka mirip dengan kita (asal usul, kepribadian, minat), atau C) Mereka menyukai kita (memberi pujian).

Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan Liking Bias karena keputusan rasional kita dikaburkan oleh perasaan "suka" (liking) terhadap orang yang menyampaikan pesan/produk. Penjual mobil tersukses di dunia, Joe Girard, menggunakan rahasia sederhana: ia rutin mengirim kartu ucapan "Aku menyukaimu" (I like you) kepada pelanggan, dan itu membuatnya kaya raya.

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Strategi Pemasaran Utama)
Alasan: Bias ini menjadi tulang punggung industri Multi-Level Marketing (MLM) dan periklanan. Iklan selalu menampilkan orang menarik atau orang yang "mirip" dengan target pasar. Teknik mirroring (meniru bahasa tubuh lawan bicara) juga standar wajib dalam pelatihan penjualan untuk menciptakan kedekatan buatan.

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Tupperware & MLM: Tupperware menghasilkan omzet miliaran dolar bukan karena wadah plastiknya murah (di supermarket ada yang seperempat harganya), tapi karena dijual lewat "pesta" teman. Orang membeli karena mereka menyukai teman yang menjadi tuan rumah acara tersebut (liking bias), bukan karena butuh barangnya.

- Kampanye Amal (Panda vs Cacing): Organisasi konservasi (seperti WWF) menggunakan hewan-hewan lucu yang "mirip manusia" (panda, gorila, singa laut) di brosur mereka. Anda tidak akan pernah melihat brosur berisi laba-laba, cacing, atau ganggang, meskipun hewan-hewan itu mungkin lebih penting bagi ekosistem. Kita menyumbang karena kita menyukai hewan yang lucu, bukan berdasarkan urgensi ekologis.

- Transaksi Bisnis (Hobi Sama): Teman penulis berhasil menutup kesepakatan pipa minyak senilai delapan digit di Rusia bukan dengan suap, tapi karena kebetulan mengobrol soal hobi berlayar. Ternyata kliennya juga penggemar perahu jenis 470 dinghy. Kesamaan minat ini menciptakan rasa suka, dan kesepakatan pun terjadi. Keramah-tamahan (amiability) bekerja lebih baik daripada suap.

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Pisahkan Produk dari Penjual: Jika Anda konsumen, nilailah sebuah produk secara independen, terlepas dari siapa yang menjualnya.

- Anggap Tidak Suka: Usirlah bayangan penjual dari pikiran Anda, atau lebih baik lagi: berpura-puralah bahwa Anda tidak menyukai mereka sama sekali saat sedang menimbang keputusan.

- Waspada Pujian: Hati-hati terhadap pujian ("Karena Anda begitu berharga"). Iklan dan penjual menggunakan pujian karena tahu bahwa kita cenderung menyukai orang yang menyukai kita, meskipun pujian itu kosong.

Leave a Comment