Landmark

ASML's Architects 
Bab 33
Landmark

#1: Visi "Silicon Valley" dan Penolakan Arsitek Philips (Musim Panas 1984)

Sementara manajemen ASML bekerja di bangunan portabel darurat, Gjalt Smit dan Joop van Kessel merencanakan markas besar baru. Smit menolak tawaran departemen arsitektur Philips yang menyodorkan desain gedung pasca-perang yang suram, birokratis, dan tanpa tenggat waktu jelas. Smit keluar dari ruangan pertemuan (walks out) dan tidak menoleh ke belakang.

Smit menginginkan sebuah "Landmark": gedung yang memancarkan aura teknologi tinggi ala Silicon Valley, terlihat jelas dari jalan tol A2, dan menjadi pernyataan eksistensi ASML. Ia menyewa arsitek independen, Robert van Aken, untuk merancang gedung futuristik yang mencolok.

#2: Perebutan Lokasi dan Manuver Johan Stevens (Agustus 1984)

Dua kota memperebutkan ASML: Best dan Veldhoven. Anggota dewan kota Veldhoven, Johan Stevens, bergerak sangat agresif dan cerdik.

Stevens segera menghubungi pers lokal, mengumumkan bahwa ASML akan membawa "300 lapangan kerja baru" (termasuk lulusan universitas).

Ia mempercepat proses perubahan zonasi lahan "Het Akkereind" (yang awalnya untuk rekreasi) menjadi lahan industri bersih.

Stevens membawa Smit menemui Dries van Agt (Komisaris Ratu/Mantan Perdana Menteri) di Den Bosch untuk mengamankan persetujuan provinsi. Pada 22 Agustus, koran lokal memuat berita utama kemenangan Veldhoven, menyoroti kontras antara Veldhoven yang gesit dan Eindhoven yang lamban dan mahal.

#3: Sabotase Tetangga dan Kemarahan Smit (Musim Gugur 1984)

Kota tetangga, Eindhoven dan Son, merasa iri karena Veldhoven mengambil proyek bergengsi ini sementara kawasan industri mereka (Ekkersrijt) kosong. Mereka menggugat keputusan provinsi ke Mahkamah Agung Belanda untuk memblokir pembangunan.

Smit sangat marah ("What assholes... They can blow my head off"). Ia menelepon kenalannya, seorang hakim Mahkamah Agung (mantan rekan di komite ITT), bukan untuk mengintervensi kasus, tapi untuk meminta rekomendasi pengacara tata ruang terbaik. Hakim memberinya nomor telepon seorang profesor di Amsterdam.

#4: Aksi Koboi: Membangun Tanpa Izin Final (Oktober 1984)

ASML menghadapi tenggat waktu mati: konstruksi harus dimulai 1 November agar pabrik siap Agustus 1985. Namun, sidang pengadilan baru akan digelar setelah tanggal tersebut.

Perintah Nekat: Smit memerintahkan kontraktor IBC untuk mulai memancang tiang fondasi pada 12 Oktober, sebelum ada putusan pengadilan. Ketika kontraktor ragu, Smit membentak: "Saya ingin kalian memancang tiang itu sekarang! Tidak ada menunggu pengadilan!"

#5: Perang Opini dan Argumen "Ruang Operasi" (Akhir 1984)

Di media, Smit memenangkan opini publik dengan argumen logis. Ia menjelaskan bahwa lokasi industri biasa (penuh debu dan getaran) tidak cocok untuk ASML.

Kutipan Tajam: "Dibandingkan dengan laboratorium bebas debu kami, ruang operasi rumah sakit adalah tempat sampah."

Media dan serikat pekerja berpihak pada ASML, mengecam kota-kota penggugat sebagai pihak yang "tidak bermoral" dan "tidak tahu malu" karena menghambat lapangan kerja saat resesi.

#6: Kemenangan di Pengadilan

Pada hari sidang, tim ASML membawa model skala gedung dan foto-foto ke pengadilan. Hakim ketua terkesan dengan presentasi visual tersebut dan memutuskan bahwa kebutuhan substansial ASML lebih penting daripada keberatan prosedural kota tetangga. Izin pembangunan disahkan, dan Veldhoven resmi menjadi rumah bagi ASML. Karyawan ASML yang baru berjumlah 100 orang mulai merasa bangga karena perusahaan kecil mereka menjadi sorotan nasional.

Leave a Comment