Inability to Close Doors

The Art of Thinking Clearly 
Bab 68
Inability to Close Doors

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Inability to Close Doors (Ketidakmampuan Menutup Pintu).
Deskripsi Judul: "Mengapa Anda Harus Membakar Kapal Anda" (Why You Should Set Fire to Your Ships).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Inability to Close Doors? Ini adalah obsesi irasional untuk membiarkan semua opsi tetap terbuka sebanyak mungkin. Kita cenderung enggan mengabaikan peluang (menutup pintu), karena kita takut kehilangan potensi di masa depan. Padahal, usaha untuk menjaga semua opsi tetap "hidup" memakan biaya mental, waktu, dan energi yang besar, yang pada akhirnya justru menghancurkan kesuksesan kita.

Mengapa dinamakan demikian? Judul "Membakar Kapal" merujuk pada strategi militer Jenderal Xiang Yu (China) dan Cortes (Spanyol). Setelah mendarat di wilayah musuh, mereka membakar/menenggelamkan kapal mereka sendiri. Dengan "menutup pintu" untuk mundur, pasukan mereka terpaksa fokus 100% untuk maju dan menang. Sebaliknya, manusia modern menderita ketidakmampuan untuk melakukan hal ini; kita panik jika ada pintu (opsi) yang akan tertutup.

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Obsesi Era Modern)
Alasan: Kita terobsesi memiliki banyak "besi di dalam api" (irons in the fire). Kita berpikir opsi itu gratis, padahal opsi yang tidak diambil pun menyedot energi mental. CEO yang mengevaluasi semua opsi ekspansi sering kali berakhir tidak memilih apa-apa. Penjual yang mengejar semua prospek tidak menutup satu pun kesepakatan.

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Pria dengan 3 Wanita: Seorang pria berkencan dengan tiga wanita sekaligus. Dia mencintai ketiganya dan tidak tega memilih satu karena itu berarti "menutup pintu" bagi dua lainnya. Akibatnya, hubungan yang mendalam tidak pernah berkembang dengan siapa pun. Menjaga semua opsi tetap terbuka membuatnya kehilangan semuanya.

- Eksperimen Pintu Gim Komputer (Dan Ariely): Pemain diberi tiga pintu (Merah, Biru, Hijau). Jika pintu tidak diklik dalam 12 gerakan, pintu itu akan mengecil dan hilang. Pemain menjadi panik dan berlarian mengklik pintu-pintu itu hanya agar tidak hilang, meskipun strategi ini membuat skor mereka 15% lebih rendah dibanding jika mereka fokus di satu pintu saja. Mereka rela membayar biaya mahal hanya untuk mencegah opsi hilang.

- Tumpukan Buku: Penulis memiliki 24 buku di samping tempat tidur dan membacanya secara sporadis (sedikit-sedikit semuanya) karena tidak mampu memilih satu buku untuk diselesaikan. Akibatnya, ia tidak mendapatkan wawasan mendalam dari buku mana pun.

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Bakar Kapal Anda: Terkadang Anda harus sengaja menghilangkan opsi mundur untuk bisa maju. Tutup pintu-pintu yang tidak perlu agar Anda bisa fokus.

- Buat Daftar "Jangan Lakukan" (Not-to-Pursue List): Sama seperti strategi perusahaan, buatlah keputusan sadar tentang apa yang tidak akan Anda kejar dalam hidup. Tulis daftarnya.

- Abaikan Pintu yang Terbuka: Sadarilah bahwa sebagian besar pintu tidak layak untuk dimasuki, meskipun gagangnya mudah diputar. Jangan merasa wajib memeriksa setiap peluang baru yang muncul.

Leave a Comment