The Art of Thinking Clearly
Bab 94
Illusion of Skill
1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Illusion of Skill (Ilusi Keahlian).
Alias: The Boat Matters More Than The Rowing.
Deskripsi Judul: "The Boat Matters More Than The Rowing" (Perahu Lebih Penting Daripada Mendayung).
2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Illusion of Skill? Ini adalah keyakinan keliru bahwa kesuksesan dalam bidang tertentu (terutama bisnis dan investasi) semata-mata merupakan hasil dari keahlian, bakat, dan kerja keras, padahal faktor keberuntungan (*luck*) dan situasi pasar memegang peran yang jauh lebih dominan.
Mengapa dinamakan demikian? Nama aliasnya berasal dari kutipan Warren Buffett: *"Rekam jejak manajerial yang baik jauh lebih bergantung pada perahu bisnis apa yang Anda naiki daripada seberapa efektif Anda mendayung."*
Artinya, jika Anda berada di industri yang sedang hancur ("perahu bocor"), keahlian manajemen sehebat apa pun ("mendayung") tidak akan menyelamatkan Anda. Sebaliknya, jika Anda berada di gelombang ekonomi yang tepat, Anda bisa terlihat jenius meskipun kemampuan Anda biasa saja. Kita sering memuji "pendayung" padahal yang hebat adalah "perahunya".
3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Mitos Bisnis Terbesar)
Alasan: Kita sangat sulit menerima bahwa kesuksesan adalah sebuah kebetulan (*fluke*). Mengakui peran keberuntungan terasa menghina kerja keras kita. Oleh karena itu, kita memuja CEO dan investor sukses seolah-olah mereka memiliki "sentuhan emas", padahal seringkali mereka hanya orang yang beruntung berada di tempat dan waktu yang tepat.
4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
* Serial Entrepreneur (Pengusaha Seri): Kurang dari 1% pendiri perusahaan yang sukses berhasil mengulang kesuksesan mereka di perusahaan kedua atau ketiga. Mengapa? Jika sukses pertama murni karena *skill*, mereka seharusnya bisa mengulangnya dengan mudah. Faktanya, mayoritas gagal di usaha berikutnya. Ini membuktikan sukses pertama sangat dipengaruhi keberuntungan.
* CEO Kuat vs CEO Lemah: Peneliti membandingkan kenaikan nilai perusahaan di bawah "CEO kuat" (strategis, tegas) vs "CEO lemah". Hasilnya? CEO kuat hanya unggul dalam 60% kasus (hanya 10% lebih baik dari acak/lempar koin). Namun, buku-buku bisnis ditulis seolah-olah CEO adalah dewa penyelamat.
* Penasihat Investasi (Studi Kahneman): Daniel Kahneman menganalisis kinerja penasihat investasi selama 8 tahun. Dia menemukan korelasi nol antara peringkat penasihat dari tahun ke tahun. Penasihat yang juara tahun ini bisa jadi juru kunci tahun depan. Perusahaan memberi bonus besar untuk "keahlian", padahal mereka sedang memberi hadiah pada keberuntungan acak.
5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
* Kenali Wilayah Keahlian vs Keberuntungan: Bedakan profesi.
* Zona Keahlian Dominan: Pilot, tukang ledeng, pengacara, pemain catur. Di sini, latihan = hasil. Hormati mereka.
* Zona Keberuntungan Dominan: Pendiri *start-up*, pialang saham, manajer investasi. Di sini, hasil / keahlian semata. Jangan terlalu memuja mereka.
* Fokus pada "Perahu": Dalam karir atau bisnis, sadari bahwa memilih industri yang tepat (perahu) seringkali lebih krusial daripada seberapa keras Anda bekerja (mendayung).
* Skeptis pada Kisah Sukses: Saat membaca biografi orang sukses di bidang bisnis/keuangan, ingatlah bahwa ribuan orang lain melakukan hal yang persis sama tetapi gagal karena kurang beruntung. Jangan menelan mentah-mentah nasihat mereka sebagai resep pasti.