Fundamental Attribution Error

The Art of Thinking Clearly 
Bab 36
Fundamental Attribution Error

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Fundamental Attribution Error (Kesalahan Atribusi Fundamental).
Deskripsi Judul: "Jangan Pernah Tanya Penulis Apakah Novelnya Otobiografi" (Never Ask a Writer if the Novel Is Autobiographical).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Fundamental Attribution Error? Ini adalah kecenderungan untuk melebih-lebihkan pengaruh individu (karakter, niat, kemampuan) dan meremehkan faktor-faktor eksternal atau situasional saat menjelaskan suatu peristiwa. Setiap berita seolah harus "memiliki wajah"; kita menghubungkan kesuksesan perang dengan jenderal atau kegagalan bisnis dengan CEO, sambil mengabaikan dinamika situasi yang tak terhitung jumlahnya.

Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan Fundamental Attribution Error karena ini adalah kesalahan mendasar (fundamental) dalam cara otak kita melakukan atribusi (attribution)—yaitu proses menyimpulkan penyebab perilaku. Kita secara otomatis mengatribusi penyebab tindakan ke faktor internal (orangnya), bukan faktor eksternal (situasinya). Kita terobsesi pada "siapa", bukan "apa" atau "dimana".

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Obsesi Evolusioner)
Alasan: Artikel menyebutkan bahwa kita menghabiskan 90% waktu kita memikirkan orang lain dan hanya 10% untuk menilai konteks. Ini adalah warisan evolusi karena kelangsungan hidup nenek moyang kita bergantung pada keanggotaan kelompok, sehingga kita terprogram untuk terobsesi pada sesama manusia (people obsession).

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Eksperimen Pidato Castro (1967): Peserta diminta membaca pidato yang memuji atau mengecam Fidel Castro. Mereka sudah diberi tahu bahwa penulis pidato itu dipaksa/ditugaskan mengambil sudut pandang tersebut (bukan pendapat asli). Namun, peserta tetap menilai bahwa isi pidato itu mencerminkan karakter asli penulisnya. Mereka mengabaikan faktor eksternal (paksaan tugas) dan menyalahkan karakter individu.

- CEO & Pelatih Olahraga: Ketika perusahaan rugi, kita menyalahkan CEO. Ketika tim kalah, kita menyalahkan pelatih. Padahal kesuksesan ekonomi atau olahraga sering kali lebih bergantung pada iklim ekonomi global atau kesehatan industri (faktor eksternal) daripada kepemimpinan satu orang. Pergantian CEO di industri yang sedang sakit sering kali tidak rasional.

- Penulis Novel & Musisi: Penulis (termasuk Dobelli) sering kesal karena pembaca selalu bertanya "Bagian mana yang otobiografi?", seolah karya fiksi pasti cerminan karakter penulis, bukan hasil kreativitas teks. Di konser musik, orang membicarakan konduktor atau solois (wajah), bukan komposisinya (miracle yang sebenarnya), karena skor musik tidak "berwajah".

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Lupakan "Pemeran": Jika Anda ingin benar-benar memahami situasi saat ini, lupakan para pemain atau aktor di panggungnya.

- Perhatikan "Tarian Pengaruh": Alih-alih terpesona pada individu, perhatikanlah "tarian pengaruh" (dance of influences) atau faktor-faktor eksternal yang memengaruhi para aktor tersebut.

- Pahami Sifat Manusia: Jangan terlalu keras menghakimi orang yang melakukan kesalahan ini, karena ini adalah insting purba. Namun, sadarilah bahwa manusia tidak sepenuhnya otonom; mereka sering kali hanya terombang-ambing dari satu situasi ke situasi lain.

Leave a Comment