Fifty-Fifty

ASML's Architects 
Bab 19
Fifty-Fifty

#1: Inspirasi dari Koran Pagi dan Desakan Divestasi (Musim Semi 1983)

Pada musim semi 1983, Direktur Teknis S&I, George de Kruiff, membaca berita tentang kesuksesan ASM International di koran pagi. Ia menyadari bahwa Arthur del Prado, yang berencana menerbitkan saham tambahan di Amsterdam pada bulan September, memiliki uang.

De Kruiff berada di bawah tekanan besar dari CEO Philips, Wisse Dekker, untuk membuang semua aktivitas non-inti (mikroskop elektron, pengelasan, litografi). Ia menyadari ASM adalah peluang terakhir untuk menyelamatkan bisnis stepper dan mencegah PHK massal.

#2: Konsultasi dengan Wim Troost dan Strategi "Orang Penting" (Awal 1983)

De Kruiff berkonsultasi dengan Wim Troost. Awalnya Troost skeptis; ia menilai ASM tidak selevel dengan bisnis litografi strategis ("This just isn’t the one"). Namun, Troost mengakui bahwa ini adalah satu-satunya "tali penyelamat" yang tersisa karena proyek tersebut sudah dianggap tamat di internal Philips.

Troost, yang paham birokrasi Philips, memberikan saran krusial: De Kruiff harus membawa pengacara utama dan direktur keuangan Philips langsung ke Bilthoven. Tujuannya adalah memotong birokrasi dan mencegah masalah administratif di kemudian hari ("keep the shit from hitting the fan later").

#3: Pertemuan Bersejarah di Bilthoven (Awal 1983)

De Kruiff mengunjungi kantor Del Prado. Ini adalah pertemuan pertama mereka. De Kruiff bersikap terbuka tentang masalah Philips (kehilangan uang, dewan direksi tidak mau investasi lagi), namun ia menawarkan potensi besar: proyek Megachip Philips senilai $700 juta (setara $1,8 miliar di 2018) yang membutuhkan litografi.

De Kruiff melakukan sedikit "kebohongan putih" (white lie) untuk memikat Del Prado: ia mengklaim bahwa IBM "sangat puas" dengan mesin mereka (padahal evaluasinya kritis) dan bahwa teknologi Natlab membuat mesin mereka superior. Ia menawarkan opsi: ASM bisa mengambil alih semuanya atau membentuk joint venture, dengan ASM sebagai pemimpin.

#4: Keputusan Satu Jam: "Let's Do It" (Hari yang Sama)

Bagi Del Prado, tawaran ini adalah pemenuhan ambisi lamanya untuk menjadikan ASM penyedia lengkap peralatan chip. Setelah mendengarkan De Kruiff, Del Prado berdiskusi dengan timnya kurang dari satu jam, lalu kembali dan berkata singkat: "Let's do it."

Pertemuan berlangsung total hanya sekitar satu jam. De Kruiff sangat lega sekaligus takjub ("Seperti kata-kata saya datang dari mulut Tuhan langsung ke telinganya"). Troost, yang mengamati dari jauh, kagum namun khawatir karena sadar Del Prado tidak tahu apa yang ia setujui. Pada September tahun itu, Troost menghitung biaya pengembangan litografi optik akan menelan biaya lebih dari $42 juta, beban yang sangat berat bagi ASM.

#5: Negosiasi Struktur Saham dan Faktor Natlab (Juni - Agustus 1983)

Negosiasi intensif dimulai. Nama usaha patungan muncul: ASM Lithographic Systems (ALS). Awalnya diusulkan pembagian saham: Philips 30%, MIP (dana ekuitas negara) 30%, dan ASM 40% sebagai pemimpin proyek.

Namun, Del Prado menyadari bahwa akses ke Natlab adalah harga mati ("non-negotiable"). De Kruiff menjelaskan aturan kaku Philips: akses ke "permata mahkota" teknologi Natlab hanya diberikan jika Philips memegang setidaknya 50% saham. Del Prado terpaksa setuju melepaskan keinginan saham mayoritas demi akses teknologi.

#6: Kompromi Kepemimpinan (Pertengahan 1983)

Sebagai jalan tengah dari pembagian saham 50-50, De Kruiff menawarkan Del Prado posisi Direktur Eksekutif agar tetap berada di "kursi pengemudi". De Kruiff sendiri akan menjabat sebagai Ketua Dewan (Chairman) dengan tugas khusus menjaga hubungan dengan Natlab.

Del Prado mencoba melobi akses Natlab untuk aktivitas ASM lainnya, namun Philips menolak tegas. Natlab tetap tertutup untuk pihak luar selain untuk usaha patungan spesifik ini.

#7: Pengumuman Resmi Kelahiran Usaha Patungan (8 September 1983)

Pada pukul 3 sore, 8 September 1983, Philips dan ASM International secara resmi mengumumkan peluncuran usaha patungan untuk mengembangkan, memproduksi, dan memasarkan peralatan litografi. Perusahaan baru ini akan berlokasi di Eindhoven dengan sekitar 50 karyawan awal (sebagian besar dari tim litografi Philips). Meskipun rilis pers telah keluar, negosiasi detail yang sebenarnya baru saja dimulai.

Leave a Comment