Feature-Positive Effect

The Art of Thinking Clearly 
Bab 95
Feature-Positive Effect

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Feature-Positive Effect (Efek Fitur Positif).
Deskripsi Judul: "Why Checklists Deceive You" (Mengapa Daftar Periksa Menipu Anda).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Feature-Positive Effect? Ini adalah bias kognitif di mana kita menempatkan penekanan dan perhatian yang jauh lebih besar pada apa yang ada (hadir/terjadi) dibandingkan pada apa yang tidak ada (absen/tidak terjadi).

Absensi atau ketiadaan sesuatu jauh lebih sulit dideteksi oleh otak manusia daripada keberadaannya. Akibatnya, kita sering gagal mengenali bahaya, peluang, atau fakta penting hanya karena hal-hal tersebut tidak menampakkan diri secara fisik di depan mata atau di dalam daftar periksa (checklist).

Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan Feature-Positive karena otak kita dirancang untuk merespons "fitur positif" (stimulus yang ada), bukan "fitur negatif" (ketiadaan stimulus). Kita menyadari adanya perang, tapi tidak menghargai "absennya perang" (damai). Kita menyadari rasa sakit, tapi lupa mensyukuri "absennya rasa sakit" (sehat).

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Kebutaan Kognitif)
Alasan: Ini adalah cacat bawaan persepsi manusia. Kita secara alami buta terhadap non-events (kejadian yang tidak terjadi). Hal ini berdampak besar pada audit keuangan, diagnosis medis, hingga rasa syukur kita sehari-hari.

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

- Deret Angka (Eksperimen):
* Deret A (724, 947, 421...): Mudah menemukan kesamaan, yaitu angka 4 ada di setiap nomor.
* Deret B (349, 851, 274...): Sangat sulit menemukan kesamaan, yaitu angka 6 tidak ada di setiap nomor. Otak kesulitan memproses "ketiadaan angka 6" sebagai sebuah pola.

- Label Makanan (Marketing): Produsen saus salad mungkin menulis besar-besar "Mengandung 20 Vitamin!" (Fitur Positif). Konsumen merasa aman dan senang. Konsumen lupa memeriksa apa yang tidak disebutkan (misalnya: kadar kolesterol tinggi atau gula berlebih). Kita fokus pada klaim yang ada dan lupa pada info yang disembunyikan.

- Kegagalan Audit (Kasus Enron/Madoff): Auditor menggunakan checklist untuk memeriksa kesalahan yang terdaftar. Penipuan canggih seperti Skema Ponzi Bernie Madoff tidak ada dalam checklist standar tersebut. Karena auditor fokus pada "apa yang ada di daftar", mereka melewatkan penipuan besar yang "absen" dari prosedur standar mereka.

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini

- Pikirkan Apa yang Hilang: Saat menilai produk, proposal bisnis, atau kandidat karyawan, jangan hanya melihat apa yang mereka tampilkan. Tanyakan secara sadar: "Apa yang tidak mereka katakan? Apa yang disembunyikan?"

- Hargai "Non-Events": Latih diri untuk melihat sisi positif dari ketiadaan. Syukuri bahwa hari ini Anda tidak sakit gigi, pesawat Anda tidak jatuh, dan negara Anda tidak sedang perang. Ini adalah kunci kebahagiaan yang sering terlewat.

- Waspada Checklist: Daftar periksa itu penting, tapi membius. Sadari bahwa checklist hanya mendeteksi apa yang tertulis di sana. Kejahatan atau risiko terbesar sering kali bersembunyi di luar poin-poin checklist.

Leave a Comment