The Art of Thinking Clearly
Bab 77
False-Consensus Effect
1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: False-Consensus Effect (Efek Konsensus Palsu).
Deskripsi Judul: "The Myth of Like-Mindedness".
2. Penjelasan Fallacy
Apa itu False-Consensus Effect? Ini adalah bias kognitif di mana kita secara otomatis memproyeksikan preferensi, keyakinan, dan nilai-nilai kita sendiri kepada orang lain. Kita melebih-lebihkan (overestimate) kesepakatan orang lain dengan kita, berasumsi bahwa mayoritas orang berpikir dan merasa persis seperti kita.
Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan False-Consensus (Konsensus Palsu) karena fenomena ini menciptakan ilusi "mufakat" atau kesepakatan umum yang sebenarnya tidak ada. Kita merasa ada konsensus mayoritas yang mendukung pandangan kita ("semua orang setuju"), padahal konsensus itu palsu dan hanya hasil proyeksi pikiran kita sendiri.
3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Terjadi Alami)
Alasan: Fallacy ini sangat umum terjadi di semua lapisan masyarakat. Dari penggemar musik, politisi, hingga pemimpin bisnis, kita semua memiliki kecenderungan bawaan untuk menganggap dunia berputar sesuai perspektif kita dan menganggap mereka yang berbeda sebagai "pengecualian".
4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Eksperimen "Eat at Joe's" (Lee Ross): Mahasiswa diminta memakai papan iklan. Mereka yang bersedia mengira 62% orang lain juga akan bersedia. Sebaliknya, mereka yang menolak mengira 67% orang lain juga akan menolak (dan menganggap ide itu bodoh). Kedua kubu merasa mereka adalah mayoritas.
- Novel Penulis (Rolf Dobelli): Penulis sangat yakin novelnya, Massimo Marini, akan sukses besar karena dia merasa novel itu bagus (sama seperti buku sebelumnya). Ternyata publik berpendapat lain dan bukunya kurang laku. Dia terjebak ilusi bahwa seleranya mewakili selera pasar.
- Pengembangan Produk (R&D): Perusahaan teknologi sering gagal karena tim pengembang jatuh cinta pada fitur-fitur canggih buatan mereka sendiri. Mereka berasumsi konsumen akan sama antusiasnya dengan fitur tersebut, padahal konsumen mungkin tidak peduli sama sekali.
5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Asumsi "Default" Ketidaksetujuan: Selalu asumsikan bahwa pandangan dunia Anda tidak dibagi oleh publik sampai terbukti sebaliknya dengan data.
- Jangan Menghakimi (Empathy Check): Jika orang lain memiliki pendapat yang berbeda, jangan langsung menganggap mereka "idiot" atau "abnormal". Gunakan perbedaan itu sebagai sinyal untuk mempertanyakan asumsi Anda sendiri.
- Skeptisisme Terhadap Optimisme Sendiri: Sadari bahwa keyakinan kuat akan kesuksesan ide Anda sering kali hanyalah optimisme buta hasil dari proyeksi diri, bukan realitas objektif.