Envy

The Art of Thinking Clearly 
Bab 86
Envy

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Envy (Iri Hati).
Alias: The Green-Eyed Monster. Deskripsi Judul: "Build Your Own Castle" (Bangun Istanamu Sendiri).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Envy? Ini adalah emosi negatif yang muncul ketika kita menginginkan sesuatu (status, kekayaan, bakat) yang dimiliki orang lain. Berbeda dengan emosi lain, iri hati adalah yang "paling bodoh" karena tidak membawa keuntungan apa pun selain penderitaan bagi diri sendiri.

Apa bedanya dengan Cemburu (Jealousy)?
- Iri (Envy): Melibatkan dua pihak (Anda dan Orang Lain) memperebutkan satu objek/status. Fokusnya pada benda atau status orang itu.
- Cemburu (Jealousy): Melibatkan tiga pihak. Fokusnya pada perilaku orang ketiga. (Contoh: Peter cemburu pada Sam karena gadis cantik menelepon Sam, bukan Peter).

Mengapa ini terjadi? Secara evolusi, iri hati adalah mekanisme bertahan hidup. Di zaman purba, jika tetangga gua mengambil bagian mamut lebih banyak, Anda bisa mati kelaparan. Iri memotivasi nenek moyang kita untuk merebut sumber daya. Namun di dunia modern, jika tetangga membeli Porsche, itu tidak mengurangi jatah makan kita, tetapi otak purba kita tetap bereaksi seolah-olah itu ancaman.

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Warisan Biologis)
Alasan: Kita adalah keturunan dari orang-orang yang "iri" (kompetitif). Kita secara otomatis membandingkan diri kita dengan orang lain, tetapi paradoksnya, kita hanya iri pada mereka yang mirip dengan kita (usia, karier, tempat tinggal). Aristoteles berkata, "Tukang pot iri pada tukang pot," bukan pada raja.

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

- Kisah Petani Rusia: Seorang petani diberi satu permintaan oleh jin. Alih-alih meminta sapi untuk dirinya sendiri agar setara dengan tetangganya, dia meminta: "Tetangga saya punya sapi dan saya tidak. Saya harap sapinya mati." Iri hati sering kali bersifat destruktif daripada konstruktif.

- Jebakan Lingkungan Elit: Seseorang yang sukses pindah dari lingkungan biasa ke kawasan elite (misal: Upper East Side). Awalnya bangga, tapi segera merasa "miskin" dan iri karena dikelilingi tetangga yang jauh lebih kaya. Mengubah kelompok referensi ke atas sering kali memicu iri hati baru, bukan kepuasan.

- Skenario Gaji: Kebanyakan orang lebih memilih opsi di mana gaji rata-rata teman mereka turun (asalkan gaji mereka sama), daripada opsi di mana teman mereka naik gaji (meskipun gaji mereka sendiri tidak berubah). Kebahagiaan kita sering kali bersifat relatif, bukan absolut.

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini

- Bangun Istana Sendiri: Temukan "Lingkaran Kompetensi" (Circle of Competence) Anda sendiri. Buatlah ceruk kecil di mana Anda adalah yang terbaik ("raja di istana sendiri"). Jika Anda unik, Anda tidak perlu membandingkan diri.

- Berhenti Membandingkan: Sadari bahwa Anda hanya iri pada mereka yang mirip dengan Anda. Penulis iri pada penulis lain, bukan pada musisi. Memahami pola ini membantu memutus siklusnya.

- Reframe (Bingkai Ulang): Ingat nasihat istri penulis: "Boleh saja iri, tapi hanya pada orang yang Anda ingin menjadi (diri Anda yang lebih baik)." Selain itu, ingat bahwa iri adalah bentuk pujian yang paling tulus (Anda mengakui keunggulan mereka), tapi sia-sia.

Leave a Comment