Endowment Effect

The Art of Thinking Clearly 
Bab 23
Endowment Effect

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Endowment Effect (Efek Kepemilikan).
Deskripsi Judul: "Jangan Melekat pada Benda" (Don’t Cling to Things).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Endowment Effect? Ini adalah kecenderungan psikologis di mana kita menganggap suatu benda menjadi lebih berharga saat benda itu menjadi milik kita. Dengan kata lain, jika kita menjual sesuatu, kita meminta harga yang lebih tinggi daripada harga yang bersedia kita bayarkan jika kita sendiri yang hendak membelinya. Fakta sederhana tentang "kepemilikan" membuat kita menambahkan angka nol pada harga jual.

Mengapa dinamakan demikian? Dinamakan Endowment Effect karena mengacu pada perasaan bahwa sesuatu yang telah "dianugerahkan" (endowed) atau dimiliki oleh kita secara otomatis mendapatkan nilai tambah emosional. Kita lebih mahir mengumpulkan barang daripada melepaskannya, yang menjelaskan mengapa rumah kita penuh dengan barang tak berguna.

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Insting Dasar)
Alasan: Efek ini sangat nyata (palpable) dalam kehidupan sehari-hari, terutama di pasar properti dan barang koleksi. Kita secara sistematis melebih-lebihkan nilai barang milik kita karena ikatan sentimental, yang sering kali menghambat transaksi ekonomi yang rasional.

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Jual Beli Mobil (BMW): Penulis membeli mobil bekas seharga $40.000 (harga pasar wajar). Besoknya, ada yang menawar mobil itu seharga $53.000 tunai. Penulis menolak. Secara rasional ini bodoh, karena dia tidak akan mau membayar $53.000 untuk membeli mobil itu. Namun, karena mobil itu sudah "jadi miliknya", nilainya di kepala penulis melonjak drastis melebihi $53.000.

- Pasar Properti (Rumah): Penjual rumah sering kali terikat secara emosional dengan rumah mereka dan secara sistematis menilai harganya terlalu tinggi di atas harga pasar. Mereka tersinggung jika pembeli menawar sesuai harga pasar, padahal selisih harga itu hanyalah nilai sentimental yang tidak relevan bagi pembeli.

- Lelang & Lamaran Kerja (Kepemilikan Semu): Di rumah lelang seperti Christie's, penawar yang bertahan hingga akhir merasa barang itu "hampir" jadi miliknya, sehingga mau membayar jauh lebih mahal (winner's curse). Hal serupa terjadi saat melamar kerja: jika ditolak di tahap akhir wawancara, kekecewaannya jauh lebih besar daripada ditolak di awal, karena kita sudah merasa "hampir memiliki" pekerjaan itu.

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini
- Jangan Melekat: Jangan terlalu terikat pada benda-benda fisik. Sadarilah bahwa nilai sentimental Anda tidak bisa diuangkan.

- Anggap "Pinjaman Semesta": Anggaplah barang-barang milik Anda sebagai sesuatu yang "semesta" titipkan kepada Anda untuk sementara waktu.

- Siap Kehilangan: Ingatlah bahwa semesta dapat mengambil kembali barang-barang tersebut (atau lebih) dalam sekejap mata, jadi jangan menggantungkan kebahagiaan pada kepemilikan.

Leave a Comment