Emergency Meeting

ASML's Architects 
Bab 45
Emergency Meeting

#1: Visualisasi Jadwal 6 Meter dan "Pengkhianatan" Natlab

Detail tentang bagaimana Frits van Hout menyusun jadwal sangat ikonik dan menggambarkan kompleksitas proyek:

- Pita 20 Kaki (6 Meter): Van Hout mencetak jadwal dari komputer VAX, lalu merekatkan kertas-kertas itu di lantai menjadi pita sepanjang 20 kaki (sekitar 6 meter). Ia secara harfiah "berjalan menyusuri jadwal" untuk memeriksa kelayakannya.
- Rahasia Natlab: Tekanan semakin tinggi karena Philips ternyata tidak sepenuhnya percaya pada ASML. Terungkap bahwa Natlab diam-diam sedang membangun stepper mereka sendiri sebagai cadangan jika ASML gagal.

#2: Tekanan Willem Maris dan Jurnal Hendriksen

Alasan Smit meledak bukan hanya karena masalah internal, tapi tekanan eksternal yang menghimpit.

- Willem Maris (Elcoma): Saat Smit menelepon Willem Maris (tokoh yang dulu mendukungnya), Maris menolak memberikan kelonggaran sedikit pun. Proyek Megachip tidak bisa menunggu.
- Rumor Lantai Pabrik: Wim Hendriksen mencatat di jurnalnya pada 9 Januari: "Frits van Hout juga tidak lagi percaya pada jadwal." Semua orang tahu mesin belum siap karena kolom paparan (exposure column) lampu merkuri belum terpasang—fakta fisik yang tidak bisa disembunyikan.

#3: Dinamika Pemecatan Hermans: Ironi dan Peran Bomers

Proses pemindahan Nico Hermans memiliki detail ironis dan peran krusial konsultan.

- Saran Bomers vs Verdonschot: CFO Gerard Verdonschot menyarankan Hermans dipecat (can him). Namun, Jos Bomers (konsultan Hay) mencegahnya. Ia menyarankan solusi cerdas: pindahkan Hermans ke posisi kosong (HR & Urusan Umum) agar tidak kehilangan pengetahuan sejarah R&D-nya.
- Momen Tragis: Saat diumumkan pindah posisi, seorang staf menyalami Hermans dan memberinya selamat, mengira itu adalah promosi. Staf tersebut tidak sadar bahwa Hermans sebenarnya sedang "dibuang" dari inti perusahaan.

#4: Makan Malam Terakhir Richard George

Sebelum pergi ke pengasingan di AS, Richard George melakukan tindakan terakhir yang menentukan masa depan perusahaan.

- Wasiat di Restoran Cina: George mengajak bos barunya, Evert Polak, makan malam. Di sana ia secara eksplisit menunjuk penerusnya: "Pastikan Martin dan Frits mengambil alih tugas saya." Ia menegaskan Martin van den Brink adalah insinyur sistem terbaik dan Frits van Hout paham sisi organisasi. Tanpa rekomendasi spesifik George ini, mungkin Polak tidak akan seberani itu menunjuk dua anak muda.

#5: Gaya Kepemimpinan Polak: "Control Freak" Antariksa

Latar belakang Evert Polak dijelaskan lebih rinci sebagai kunci sukses transisi:

- Latar Belakang Dirgantara: Polak berasal dari proyek antariksa Philips S&I. Ia membawa mentalitas "control freak" dan pendekatan sistematis yang sangat dibutuhkan di tengah kekacauan ASML.
- Nasihat untuk Duo Muda: Saat Van Hout dan Van den Brink terlalu bersemangat ingin mengubah segalanya tanpa arah, Polak menasihati: "Jangan mulai berjalan jika kau tidak tahu ke mana harus pergi."

#6: Kegagalan Manajer Senior Eksternal

Teks menekankan bahwa selama 3 tahun, ASML mencoba merekrut manajer senior "sungguhan" (termasuk manajer proyek Fokker 100) untuk memimpin Van Hout dan Van den Brink. Namun, tidak ada yang bisa bertahan atau menandingi duo tersebut, sehingga akhirnya manajemen menyerah dan membiarkan duo muda itu memimpin secara permanen.

Leave a Comment