Domain Dependence

The Art of Thinking Clearly 
Bab 76
Domain Dependence

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Domain Dependence (Ketergantungan pada Ranah).
Deskripsi Judul: "Pengetahuan Tidak Bisa Ditransfer" (Knowledge Is Non-Transferable).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Domain Dependence? Ini adalah fenomena di mana wawasan, keterampilan, dan kemampuan berpikir kritis seseorang cenderung terisolasi dalam satu bidang tertentu (domain) dan gagal ditransfer ke bidang lain atau ke dalam kehidupan pribadi. Seseorang bisa menjadi jenius di satu konteks (misalnya di kantor atau laboratorium), namun bertindak irasional atau tidak kompeten saat konteksnya berubah (misalnya di rumah atau saat investasi pribadi).

Mengapa ini terjadi? Otak kita cenderung mengotak-ngotakkan informasi ("Book Smarts") terpisah dari realitas praktis ("Street Smarts"). Kita kesulitan melakukan abstraksi untuk memindahkan pengetahuan dari satu wadah ke wadah lain. Apa yang kita kuasai di satu area sangat bergantung pada konteks area tersebut.

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat Skor:
5/5 (Sangat Sering / Kesalahan Umum Ahli)
Alasan: Fenomena ini sangat menjamur dalam bisnis dan akademis. Kita sering melihat profesional yang brilian di tempat kerja tetapi memiliki kehidupan pribadi yang kacau, atau akademisi yang teorinya hebat namun tidak bisa menerapkannya untuk masalah mereka sendiri. Transfer pengetahuan dari teori ke praktik adalah salah satu hal tersulit untuk dilakukan.

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

- Pemenang Nobel Ekonomi: Seorang ahli ekonomi memenangkan Hadiah Nobel untuk "Teori Portofolio Modern" yang rumit (menghitung risiko dan aset secara optimal). Namun, untuk tabungan pribadinya sendiri, ia hanya membagi rata asetnya 50/50 (saham dan obligasi) karena ia tidak mampu menerapkan proses jeniusnya sendiri ke dalam urusan pribadinya.

- Dokter dan Statistik: Saat mendiagnosa pasien, dokter sangat memahami konsep peluang (base-rate neglect). Namun, saat diberikan contoh kasus yang menggunakan logika sama tetapi dalam konteks ekonomi/investasi, sebagian besar dokter gagal memahaminya. Wawasan mereka terkunci hanya di bidang medis.

- CEO dan Kepemimpinan Domestik: Banyak CEO yang dikenal sebagai pemimpin karismatik dan strategis di kantor, namun menjadi orang yang pasif atau gagal total dalam memimpin rumah tangganya sendiri. Keterampilan kepemimpinan mereka ternyata bergantung pada struktur kantor dan tidak berpindah ke rumah.

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini

- Sadari Batas Kompetensi: Jangan berasumsi bahwa keahlian Anda (atau orang lain) di satu bidang otomatis berlaku di bidang lain. Seorang salesman barang fisik yang hebat belum tentu bisa menjual jasa/software dengan sukses. Mulailah dengan kerendahan hati saat memasuki domain baru.

- Bedakan Teori dan Praktik: Pahami bahwa "Kecerdasan Buku" tidak otomatis menjadi "Kecerdasan Jalanan". Saat Anda mempelajari teori, Anda harus melakukan upaya sadar dan aktif untuk menerjemahkan prinsip-prinsip tersebut ke dalam tindakan nyata sehari-hari.

- Skeptis Terhadap Otoritas di Luar Jalur: Saat mendengarkan nasihat ahli, pastikan mereka berbicara dalam konteks spesialisasi mereka. Seorang profesor matematika yang ahli teori keputusan mungkin menolak menggunakan teorinya sendiri untuk keputusan pindah rumah karena menganggapnya "terlalu serius" untuk kehidupan nyata.

Leave a Comment