Déformation Professionnelle

The Art of Thinking Clearly 
Bab 92
Déformation Professionnelle

1. Nama Fallacy (Termasuk Alias)
Nama Utama: Déformation Professionnelle (Distorsi Profesional).
Alias: Man With The Hammer Tendency (Kecenderungan Pria dengan Palu).
Deskripsi Judul: "Those Wielding Hammers See Only Nails" (Mereka yang Memegang Palu Hanya Melihat Paku).

2. Penjelasan Fallacy
Apa itu Déformation Professionnelle? Ini adalah bias kognitif di mana seseorang memandang dunia dan memecahkan setiap masalah hanya melalui lensa profesi atau keahlian spesifik mereka. Mereka menerapkan metode profesional mereka bahkan di situasi yang tidak relevan.

Mengapa dinamakan demikian? Istilah ini berasal dari bahasa Prancis yang berarti "perubahan bentuk akibat profesi". Julukan populernya berasal dari kutipan Mark Twain: "Jika satu-satunya alat yang Anda miliki adalah palu, semua masalah Anda akan terlihat seperti paku." Dinamakan demikian karena kita cenderung memaksakan alat yang kita kuasai (palu) untuk menyelesaikan segala hal, bahkan jika masalahnya bukan paku.

3. Ranking Probabilitas Terjadi di Masyarakat
Skor: 5/5 (Sangat Sering / Penyakit Ahli)
Alasan: Otak kita bukan komputer sentral, melainkan seperti pisau lipat Swiss Army. Sayangnya, kebanyakan dari kita hanya membuka satu mata pisau (keahlian kerja kita) dan menggunakannya untuk segalanya. Semakin ahli seseorang dalam bidangnya, semakin parah bias ini terjadi.

4. 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

- Analisis Kasus Bunuh Diri: Seorang pengusaha bangkrut dan bunuh diri. Jika Anda bertanya penyebabnya pada berbagai ahli, jawabannya akan bias: Analis bisnis menyalahkan strategi, Psikiater menyalahkan kadar serotonin, Agamawan menyalahkan kurang iman, Jurnalis melihatnya sebagai berita bagus. Tidak ada yang melihat gambaran utuh; semua melihat dari "jendela" profesi mereka.

- Guru dan Ibu Baru: Bias ini merembes ke kehidupan pribadi. Guru yang terus "memarahi" teman-temannya seolah-olah mereka murid. Atau ibu baru yang mulai memperlakukan suaminya seperti anak balita. Mereka tidak bisa mematikan "mode profesional" mereka.

- Obsesi Excel: Karena terbiasa menggunakan Excel di kantor, banyak orang menggunakannya di tempat yang konyol, seperti membuat proyeksi keuangan 10 tahun untuk start-up (yang penuh ketidakpastian) atau membandingkan calon pacar dari situs kencan menggunakan spreadsheet. Ini adalah contoh menggunakan palu (Excel) untuk masalah yang bukan paku (cinta/ketidakpastian).

5. Tips untuk Menghindari Fallacy Ini

- Miliki Model Mental Ganda (Swiss Army Knife): Jangan hanya mengandalkan satu disiplin ilmu. Tambahkan "pisau" baru ke otak Anda dengan mempelajari dasar-dasar bidang lain (misal: biologi, fisika, atau psikologi) agar Anda punya beragam alat untuk membedah masalah.

- Waspada Terhadap Solusi Pakar: Jika Anda bertanya pada dokter bedah, solusinya pasti operasi. Jika bertanya pada militer, solusinya pasti perang. Jangan mengharapkan solusi objektif terbaik dari satu ahli; harapkan solusi yang sesuai dengan toolkit mereka.

- Cek Alat Anda: Saat menghadapi masalah, tanyakan: "Apakah saya menggunakan pendekatan ini karena ini yang paling efektif, atau hanya karena ini satu-satunya yang saya bisa?"

Leave a Comment